Pencarian

Stok Minyakita di Kotawaringin Timur Dipastikan Aman, Bulog Atur Distribusi Dua Kali Seminggu ke 120 Mitra

Selasa, 30 Juni 2026 • 00:47:02 WIB
Stok Minyakita di Kotawaringin Timur Dipastikan Aman, Bulog Atur Distribusi Dua Kali Seminggu ke 120 Mitra
Stok Minyakita di Kotawaringin Timur terjaga aman dengan pengiriman dua kali seminggu oleh Bulog.

SAMPIT — Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur, Wahyu Tri Hutomo, menyatakan stok Minyakita di gudang Bulog Kotim saat ini berkisar antara 1.000 hingga 1.500 liter. Untuk menjaga agar pasokan tidak terputus, Bulog menjadwalkan pengiriman dari distributor sebanyak dua kali dalam sepekan.

Prioritas Utama: Pasar Tradisional Agar Warga Mudah Mendapatkan

Dalam sekali penyaluran, Bulog mendistribusikan sekitar 500 hingga 600 liter Minyakita kepada 120 mitra yang tersebar di pasar tradisional dan lingkungan luar pasar. Wahyu menegaskan, prioritas utama tetap pada pasar tradisional agar masyarakat bisa membeli langsung dengan harga sesuai ketentuan.

Sejumlah pasar yang menjadi prioritas antara lain Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Pasar Berdikari, Pasar Sejumput, Pasar Keramat, dan Pasar Alkamal. Distribusi juga menjangkau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pembatasan Pasokan ke Mitra: Antisipasi Penimbunan dan Jual Grosir

Untuk mencegah praktik penimbunan, Bulog membatasi jumlah distribusi kepada masing-masing mitra. Setiap mitra hanya mendapat jatah 25 hingga 30 dus dalam satu kali penyaluran, dengan setiap dus berisi 12 bungkus takaran satu liter.

“Kalau kita tidak batasi, nanti ada yang banyak, ada yang sedikit, ada yang tidak kebagian. Kami khawatirnya kalau dipasok banyak nanti malah dijual dus-dusan,” ujar Wahyu di Sampit, Senin. Ia menekankan, pembatasan ini dilakukan agar Minyakita benar-benar dijual secara eceran langsung ke konsumen, bukan diperjualbelikan lagi dalam jumlah besar.

Harga Masih Stabil di Rp 15.700 per Liter, Permintaan Tinggi

Harga Minyakita dari gudang Bulog masih bertahan di Rp 14.500 per liter. Sementara itu, harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen sebesar Rp 15.700 per liter dan belum mengalami perubahan. Wahyu mengakui, permintaan masyarakat terhadap minyak goreng subsidi ini masih cukup tinggi.

“Kalau permintaan dari masyarakat itu banyak, makanya kalau tidak kita atur bisa-bisa dalam sehari habis,” katanya.

Pasokan Bergantung pada Distributor, Bulog Hanya Kebagian 30 Persen

Wahyu menjelaskan, jumlah Minyakita yang disalurkan ke Bulog sepenuhnya ditentukan oleh distributor. Sebab, distributor memiliki kewajiban pemenuhan Domestic Market Obligation (DMO). Bulog sendiri, sebagai BUMN pangan, hanya mendapat porsi 30 persen dari total produksi Minyakita. Sisanya disalurkan ke BUMN pangan lain seperti ID Food.

Meski pasokan tidak selalu datang setiap bulan, Bulog Kotim mengaku akan terus mengatur pola distribusi secara hati-hati agar stok di gudang tetap tersedia dan tidak terjadi gejolak harga di pasaran. “Jadi untuk stok Minyakita kita saat ini aman, hanya saja pendistribusiannya yang kami atur agar jangan sampai ada kekosongan,” demikian Wahyu.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks