SAMPIT — Ancaman karhutla di Kotawaringin Timur belum mereda. Cuaca panas dan minim hujan dalam beberapa pekan terakhir membuat lahan gambut di Baamang Hilir kembali terbakar.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.27 WIB di Jalan Tidar Raya. Warga setempat sempat khawatir api meluas karena karakteristik gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika sudah menjalar.
Respons Cepat Cegah Kebakaran Lebih Luas
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, mengatakan laporan diterima langsung ditindaklanjuti oleh TRC. “Petugas berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar satu jam setelah kejadian dilaporkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 0,5 hektare,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Menurut Multazam, kecepatan respons menjadi faktor krusial. Jika terlambat, api bisa merembet ke area lain dan memperbesar dampak kebakaran.
Mengapa Lahan Gambut di Baamang Rentan Terbakar?
Lahan gambut di kawasan Baamang Hilir memang dikenal rawan. Saat musim kemarau, permukaan gambut mengering dan mudah tersulut api. Sekali terbakar, api bisa bertahan di bawah permukaan dan sulit dideteksi.
Kondisi ini diperparah oleh minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. BPBD mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat titik api.
Upaya Pencegahan Karhutla di Kotawaringin Timur
BPBD Kotawaringin Timur terus mengingatkan masyarakat untuk waspada. Tim patroli dan sosialisasi rutin dilakukan di titik-titik rawan, termasuk di Kecamatan Baamang.
Pemadaman cepat seperti yang dilakukan TRC di Baamang Hilir menjadi contoh bahwa koordinasi antara warga dan petugas sangat menentukan. Belum ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian ekologis akibat hilangnya lapisan gambut dinilai tidak sedikit.