Pencarian

Damang Adat Kalteng Panggil Zhezhe Galuh dan Ius Eka Praptani, Mediasi Sengketa TikTok Berujung Saling Memaafkan

Senin, 22 Juni 2026 • 23:58:32 WIB
Damang Adat Kalteng Panggil Zhezhe Galuh dan Ius Eka Praptani, Mediasi Sengketa TikTok Berujung Saling Memaafkan
Dewan Adat Dayak Kota Palangka Raya memediasi sengketa antara Zhezhe Galuh dan Ius Eka Praptani terkait komentar di media sosial.

PALANGKA RAYA — Perseteruan dua warga di media sosial yang sempat memanas hingga menyeret isu suku dan ajakan untuk meninggalkan Kota Palangka Raya berakhir damai. Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya bersama Kedamangan Kecamatan Pahandut mempertemukan Ernawati, yang dikenal dengan nama Zhezhe Galuh, dengan Ius Eka Praptani di Aula Gedung Pertemuan Kecamatan Pahandut, Senin (22/6/2026).

Bermula dari Komentar Soal Kue di TikTok

Perselisihan dipicu oleh unggahan Zhezhe Galuh melalui akun TikTok dan Facebook yang mengomentari sebuah kue buatan Ci Mehong. Komentar tersebut kemudian meluas dan memicu prasangka yang menyinggung Ius Eka Praptani. Alih-alih mereda, percakapan di dunia maya itu berubah menjadi saling sindir, tudingan, hingga muncul komentar berisi ujaran kebencian.

“Saya tidak pernah menyinggung soal suku. Tetapi dalam perkembangan komentar ada yang membawa-bawa persoalan suku, bahkan ada yang menyebut supaya saya diusir dari Palangka Raya dan memberikan ancaman,” ungkap Zhezhe Galuh dalam forum mediasi tersebut.

Prinsip Belom Bahadat Jadi Landasan Mediasi

Damang Adat Kecamatan Pahandut, Wiliam, menegaskan bahwa pihaknya tidak serta-merta menyalahkan salah satu pihak. Menurutnya, dari berbagai unggahan yang beredar, kedua belah pihak sama-sama terlibat dalam saling menanggapi dan melontarkan pernyataan yang memicu polemik. Ia mengingatkan bahwa di Kalimantan Tengah berlaku prinsip hidup Belom Bahadat (Hidup Beradat), yang menekankan tata krama dan etika dalam berkomunikasi.

“Kami melihat kedua pihak saling bersahutan di media sosial. Karena itu kami tidak berada pada posisi menyalahkan salah satu pihak. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak berlanjut,” ujar Wiliam.

Kedua Pihak Diminta Hapus Unggahan dan Saling Memaafkan

Sebagai langkah penyelesaian, DAD meminta seluruh unggahan yang berisi serangan personal, pernyataan yang tidak mendidik, maupun konten yang berpotensi menimbulkan konflik untuk dihapus. Zhezhe Galuh secara khusus diminta untuk menarik pernyataannya yang dianggap menimbulkan kegaduhan dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak Kota Palangka Raya, Jhon Retei Alfi Sandi, mengapresiasi inisiatif Damang Adat Kecamatan Pahandut yang memediasi kedua belah pihak. “Saya yakin masyarakat yang hidup di Kalimantan Tengah memahami prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” katanya.

Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak bersedia saling memaafkan yang ditandai dengan saling berjabat tangan. Mereka juga berjanji tidak akan melakukan perbuatan serupa di kemudian hari.

Imbauan untuk Tidak Menyebarluaskan Konten Lama

Sekretaris Bawi Dayak, Efrata, mengajak Zhezhe Galuh, Ius Eka Praptani, dan seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Ia meminta agar unggahan yang keras atau menyinggung tidak dibalas dengan hal yang sama. Masyarakat yang masih menyimpan video maupun konten terkait perselisihan tersebut juga diimbau untuk tidak lagi menyebarluaskan kepada pihak lain.

“Kita tidak ingin ada pertikaian. Jika ada unggahan yang keras atau menyinggung, sebaiknya tidak dibalas dengan hal yang sama. Sikapi dengan bijak dan jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk memecah belah persaudaraan kita,” ujar Efrata.

Melalui penyelesaian secara adat ini, DAD berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan musyawarah. “Mari bersama-sama menjaga Palangka Raya sebagai Kota Cantik yang aman, damai, dan penuh toleransi,” tutup Wiliam.

Bagikan
Sumber: tabengan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks