KALIMANTAN TENGAH — Ross Smith menuntaskan misi di Dortmund dengan menaklukkan Martin Schindler 11-8 pada final Machineseeker European Championship. Gelar ini menjadi trofi major TV kedua Smith musim ini, sekaligus modal kuat menagih tempat di Premier League Darts 2027.
Kemenangan di Westfalenhalle menempatkan Smith sederet dengan Michael van Gerwen, Phil Taylor, Rob Cross, dan Peter Wright sebagai juara European Championship lebih dari satu kali. Ia sebelumnya menjuarai turnamen sama pada 2022.
Bagi pemain Inggris berusia 37 tahun itu, final di Dortmund menjadi panggung ketiga sepanjang karier. Ia menembusnya setelah mengalahkan Luke Woodhouse 10-6 di perempat final dengan rata-rata 107, lalu membalikkan ketertinggalan 1-4 untuk menyingkirkan Gerwyn Price 11-7 di semifinal.
Schindler, yang tampil di hadapan publik sendiri, gagal memberi tuan rumah gelar. Smith menutup laga dengan skor 11-8 dan memastikan trofi bergengsi itu pulang ke Inggris.
European Championship 2026 melengkapi koleksi Smith setelah ia memenangi World Series Finals pada September. Sepanjang musim ini ia juga mengoleksi dua gelar European Tour dan dua titel Players Championship.
Rentetan hasil tersebut mengangkatnya ke peringkat enam PDC Order of Merit, posisi tertinggi sepanjang karier. Dengan tiga major tersisa di kalender, peluang menambah pundi ranking masih terbuka lebar.
Smith tidak menyembunyikan ambisi tampil di Premier League Darts musim depan. Ia menilai performa saat ini sudah cukup untuk membenarkan pemanggilan tersebut.
"Yes, at the moment, definitely. At the end of the year, who knows? There's another three majors to come - it depends on what other players do," ujar Smith dalam konferensi pers kemenangannya.
"Right now, of course I do. I've won two majors. I've finished No 1 on the Order of Merit in Europe and I've won a couple of Euro Tours. I feel like I do but, again, I'm not the one who picks it!"
Smith menyadari keputusan akhir berada di tangan penyelenggara. Ia menyebut akan menerima kabar apa pun, termasuk jika harus menunggu satu tahun lagi.
"With the Premier League, it's out of my hands. If get a phone call or an e-mail or a text, because I don't know what it is, from Mr [Matt] Porter or Mr [Barry] Hearn, then obviously I'd be over the moon and happy," katanya.
Smith memasang target realistis untuk sisa musim. Grand Slam of Darts pada November dan World Darts Championship pada Desember menjadi dua peluang utama menambah poin ranking.
Kemenangan di Grand Slam of Darts bisa mengangkatnya ke empat besar dunia. Smith mengaku kekecewaan tersingkir di putaran pertama Ally Pally dua tahun terakhir justru membuatnya tak mempertahankan poin apa pun.
"I'd like to go a bit higher [in the rankings], I'm not going to lie. I've just got to knuckle down and there's many more majors coming up. Let's push forward and let's get in that top four or something like that," ujarnya.
Soal statusnya di jajaran elite darts, Smith tak ragu. "I'm feeling really good. I definitely feel like one of the elite players - why wouldn't I?"