PALANGKA RAYA — Rangkaian peninjauan menyasar Puskesmas Menteng, Rumah Oksigen RTH Bundaran Besar, RSUD dr. Doris Sylvanus, Puskesmas Panarung, dan Rumah Oksigen MDMC. Lima titik itu dipilih karena berperan sebagai garda depan layanan kesehatan warga saat kabut asap melanda.
Menkes menilai Kalteng termasuk daerah yang paling siap menghadapi dampak karhutla. Seluruh puskesmas di provinsi ini, menurut dia, sudah dilengkapi tabung oksigen untuk membantu warga yang mengalami sesak napas.
Budi Gunadi mengingatkan polusi kabut asap mengandung partikel halus PM2.5 yang bisa menembus masker biasa dan masuk hingga ke paru-paru. Karena itu, warga diminta memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan.
"Kalimantan Tengah adalah salah satu daerah yang telah mempersiapkan penanganan dengan baik. Seluruh puskesmas memiliki tabung oksigen untuk membantu masyarakat yang mengalami sesak napas," tutur Menteri Kesehatan.
Warga yang mulai merasakan sesak napas diminta segera mendatangi puskesmas terdekat. Imbauan itu disampaikan menyusul meningkatnya risiko gangguan pernapasan akibat paparan asap.
"Polusi ini mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat menembus masker biasa dan masuk hingga ke paru-paru. Karena itu, masyarakat harus menggunakan masker. Jika mulai mengalami sesak napas, segera datang ke puskesmas," tegas Menteri Kesehatan.
Pemerintah pusat menyalurkan dukungan logistik medis secara masif ke wilayah terdampak. Bantuan mencakup 137.000 masker KN95 dan 500.000 masker bedah.
Selain masker, pemerintah mengirim 50 unit oxygen concentrator, 35 unit nebulizer, dan 100 tabung oksigen. Turut disalurkan 37 unit air purifier, ratusan botol multivitamin sirup dan tablet, serta berbagai jenis obat-obatan esensial.
Gubernur Agustiar Sabran menegaskan jajaran pemerintah daerah akan terus menjaga kesiapsiagaan layanan kesehatan. Koordinasi dengan pemerintah pusat dinilai penting agar penanganan kesehatan warga terdampak kabut asap berjalan optimal.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam melayani masyarakat terdampak kabut asap. Koordinasi dengan pemerintah pusat serta dukungan sarana medis diperlukan untuk mengoptimalkan penanganan kesehatan," tegas Gubernur.
Peninjauan Menkes menjadi bagian dari langkah antisipasi pemerintah menghadapi musim karhutla. Kesiapan puskesmas hingga rumah sakit daerah akan menentukan kecepatan penanganan warga yang terdampak kabut asap di Kalteng.