KALIMANTAN TENGAH — Kolaborasi antara industri otomotif dan seni rupa kembali digelar BMW Astra. Setelah sebelumnya memajang 33 lukisan di showroom Surabaya sepanjang Juli 2026, kini giliran dua dealer di Jabodetabek yang ikut meramaikan program bertajuk The Art of Joy: Celebrating Indonesia Through Art.
Pameran ini berlangsung hingga Oktober 2026 di BMW Astra Cilandak, Jl RA Kartini Kav 203, Jakarta Selatan, serta BMW Astra Serpong di ASTRA BIZ Centre, BSD, Tangerang. Kerja sama dengan Teh Villa Gallery ini menghadirkan karya dari I Nyoman Erawan, I Made Astawa "Dollar", I Nyoman Sujana "Kenyem", I Putu Sudiana "Bonuz", dan I Ketut Sugantika "Lekung".
Bagi yang belum familiar, Teh Villa Gallery dikenal sebagai kolektor karya seniman kontemporer Bali. Kehadiran lukisan-lukisan ini bukan sekadar pajangan—BMW Astra sengaja merancangnya sebagai bagian dari konsep Retail.Next yang sudah diterapkan di Cilandak sejak dua tahun terakhir.
Chief Executive BMW Astra, Sanfrantis Tanu, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memperkuat hubungan emosional antara layanan, brand, dan pelanggan. "Setelah dua tahun showroom BMW Astra Cilandak hadir dengan konsep Retail.Next, yang merupakan simbol kenyamanan dengan menciptakan hubungan emosional layanan, BMW, dan pelanggan. BMW Astra berkolaborasi dengan Teh Villa Gallery ini sekiranya dapat memanjakan pelanggan tidak hanya dengan bangunan serta fasilitas yang ada tapi juga dari rasa yang dihadirkan karya lukisan terbaik dari Teh Villa Gallery," ujarnya dalam siaran resmi.
Aspek yang menarik perhatian adalah komponen donasi. Sepuluh persen dari hasil penjualan lukisan akan dialokasikan untuk mendukung program panti asuhan anak-anak Indonesia. Ini bukan sekadar pemanis acara—angka konkret tersebut memberikan insentif tambahan bagi kolektor yang berniat membawa pulang karya seni sambil berkontribusi sosial.
Bagi pengunjung yang tidak berniat membeli, pameran ini tetap layak disambangi. Menghabiskan waktu di showroom sambil menikmati karya seni kontemporer memberikan pengalaman berbeda dibanding sekadar melihat-lihat mobil. Apalagi, kelima seniman yang ditampilkan memiliki ciri khas visual yang kuat, khas gaya seni rupa Bali kontemporer yang ekspresif.
Meski konsepnya menarik, ada beberapa catatan. Pertama, pameran ini hanya berlangsung di tiga lokasi—Surabaya sudah berakhir, kini giliran Cilandak dan Serpong. Kedua, jumlah karya yang ditampilkan terbatas (18 lukisan untuk dua lokasi), jadi variasi koleksinya tidak terlalu luas. Terakhir, acara ini lebih ditujukan untuk pelanggan yang kebetulan sedang berada di showroom, bukan sebagai destinasi pameran seni utama—jadi jangan berharap pengalaman kuratorial sebesar pameran di galeri seni profesional.
Bagi yang tertarik melihat langsung, tidak ada biaya masuk. Kombinasi antara atmosfer showroom premium, karya seni bernilai, dan unsur amal menjadikan program ini langkah menarik dari BMW Astra untuk mendekatkan diri dengan komunitas—sekaligus menunjukkan bahwa dealer mobil tidak melulu soal spesifikasi dan transaksi.