KALIMANTAN TENGAH — Pertandingan di babak 32 besar Piala Dunia 2026 mempertemukan dua tim raksasa. Jepang, yang datang sebagai kuda hitam, sukses meredam agresivitas Brasil sejak menit awal. Satu momen brilian dari Kaishu Sano cukup untuk mengantarkan mereka ke babak berikutnya.
Gol lahir setelah Sano menerima umpan terobosan di kotak penalti. Tanpa membuang waktu, gelandang berusia 25 tahun itu melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Brasil.
Brasil mendominasi penguasaan bola sepanjang laga, namun lini pertahanan Jepang tampil disiplin. Beberapa peluang emas dari penyerang Brasil gagal dikonversi menjadi gol, baik karena penyelesaian akhir yang buruk maupun penyelamatan gemilang kiper Jepang.
Statistik mencatat Brasil melepaskan 12 tembakan dengan 5 tepat sasaran. Namun, Jepang hanya membutuhkan satu peluang bersih untuk mencetak gol kemenangan.
Strategi bertahan total yang diterapkan pelatih Jepang terbukti ampuh. Mereka lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat dan memanfaatkan setiap kelengahan lini belakang Brasil.
Hasil ini memastikan Jepang lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sementara Brasil harus angkat koper lebih awal, sebuah kegagalan yang mengejutkan mengingat status mereka sebagai salah satu favorit juara.
Jepang selanjutnya akan menunggu lawan dari hasil pertandingan lain di babak 32 besar. Momentum positif ini diharapkan bisa berlanjut untuk menembus babak perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.