KALIMANTAN TENGAH — Korban diketahui mengalami luka-luka dan sempat disebut-sebut menjadi sasaran aksi bullying yang berujung pada insiden kesetrum. Orang tua MWP mengaku baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari warga sekitar.
Kronologi Penemuan Korban di Lokasi Kejadian
Menurut keterangan keluarga, MWP ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di sekitar taman pada sore hari. "Kami langsung panik dan membawanya ke rumah sakit terdekat," ujar orang tua korban, Selasa (14/5).
Keluarga mengaku tidak menyangka anak mereka menjadi korban perundungan yang berujung pada kekerasan fisik. Mereka menduga MWP dicekoki benda tumpul sebelum akhirnya tersengat aliran listrik.
Reaksi Keluarga dan Langkah Hukum
Orang tua MWP menyatakan kemarahan atas insiden yang menimpa anaknya. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku perundungan.
"Kami tidak akan tinggal diam. Anak kami masih kecil, masa depannya hancur karena ulah orang-orang tidak bertanggung jawab," kata orang tua korban dalam keterangan pers.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi. Belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus dugaan bullying dan penganiayaan tersebut.
Kondisi Terkini Korban dan Trauma Psikologis
MWP saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dokter menyebut korban mengalami luka bakar akibat sengatan listrik dan trauma psikologis yang cukup berat.
Psikolog anak yang menangani kasus ini menyarankan agar korban mendapatkan pendampingan khusus untuk memulihkan kondisi mentalnya. "Anak seusianya sangat rentan mengalami gangguan stres pascatrauma," ujar psikolog tersebut.
Kasus perundungan di lingkungan publik ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan terhadap anak-anak di area bermain. Pemerintah daerah setempat diharapkan segera mengevaluasi keamanan fasilitas umum demi mencegah kejadian serupa terulang.