KALIMANTAN TENGAH — BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebut saham AMMN menunjukkan perbaikan struktur teknikal. Pola rounded bottom yang terbentuk serta kemampuan harga bertahan di atas area RBS Rp3.430 menjadi sinyal awal pemulihan.
"Harga mulai membentuk pola pembalikan arah setelah fase koreksi panjang. Area Rp3.430 kini menjadi level penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga momentum pemulihan," tulis riset tersebut.
Indikator MACD turut mendukung prediksi ini. Histogram hijau yang terus meningkat mengindikasikan momentum bullish mulai menguat. BRI Danareksa menegaskan, selama harga mampu bertahan di atas Rp3.430, peluang kenaikan masih terbuka.
"Namun jika kembali turun di bawah area tersebut, skenario reversal berpotensi tertunda," tambah mereka.
Target Harga dan Level Kritis
BRI Danareksa memasang level support AMMN di Rp3.430. Adapun target resistance pertama berada di Rp3.675, dengan potensi kenaikan lanjutan menuju Rp3.890.
Dalam sebulan terakhir, saham AMMN masih terkoreksi 15,50 persen. Angka koreksi melebar menjadi 36,55 persen dalam tiga bulan, dan mencapai 45,68 persen sepanjang tahun 2026.
Kinerja Keuangan Kuartal I 2026
Di tengah tekanan harga saham, fundamental perusahaan justru menunjukkan perbaikan signifikan. AMMN membukukan laba bersih USD162,6 juta pada kuartal I 2026, berbalik dari rugi bersih USD137,6 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan perusahaan melonjak drastis menjadi USD807,9 juta dari sebelumnya hanya USD2,1 juta. Laba bruto tercatat USD342,3 juta, kontras dengan rugi bruto USD57,4 juta di kuartal I 2025.
Meski beban bunga dan keuangan naik menjadi USD126,6 juta dari USD82,1 juta, total aset perusahaan tetap tumbuh. Per 31 Maret 2026, aset AMMN mencapai USD14,01 miliar, meningkat dari USD13,87 miliar pada akhir 2025.
Kas dan setara kas naik menjadi USD814,6 juta dari USD676,8 juta. Sementara utang bank jangka panjang tercatat meningkat menjadi USD6,09 miliar dari USD5,88 miliar. Total ekuitas ikut naik ke USD5,58 miliar dari USD5,43 miliar, sejalan dengan tambahan laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya menjadi USD3,49 miliar.
Artikel ini hanya menyajikan informasi berdasarkan data yang tersedia dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca setelah melakukan riset mandiri dan konsultasi dengan penasihat keuangan profesional.