LAMANDAU — Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra duduk sebagai narasumber dalam Seminar dan Lokakarya Ekonomi Nasional (SELENA) 2026. Acara yang digelar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu mempertemukan akademisi, praktisi, dan kepala daerah untuk membahas strategi pembangunan ekonomi daerah.
Pengalaman Lamandau dalam Mengelola Ekonomi Lokal
Dalam forum tersebut, Rizky memaparkan pengalaman Kabupaten Lamandau dalam mengelola potensi sumber daya alam dan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
“Kami di Lamandau terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif. Tidak hanya untuk investor besar, tetapi juga untuk pelaku UMKM lokal,” ujar Rizky dalam sesi diskusi.
Mengapa SELENA 2026 Relevan bagi Daerah?
SELENA 2026 dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan antara pemerintah daerah dan dunia akademik. Universitas Lambung Mangkurat, sebagai tuan rumah, menghadirkan para pakar ekonomi untuk mengkaji tantangan dan peluang pembangunan di Kalimantan.
Bupati Lamandau menjadi salah satu pembicara yang mewakili perspektif kabupaten. Ia menyoroti perlunya kebijakan ekonomi yang adaptif terhadap perubahan pasar dan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
Fakta Singkat SELENA 2026
- Menghadirkan narasumber dari 5 kabupaten/kota di Kalimantan.
- Membahas tiga isu utama: UMKM, investasi daerah, dan ketahanan pangan.
- Digelar di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis ULM, Banjarmasin.
Apa Langkah Selanjutnya untuk Lamandau?
Rizky menambahkan bahwa hasil diskusi dalam SELENA 2026 akan menjadi bahan evaluasi bagi pemkab untuk menyempurnakan program prioritas tahun 2026. Ia berharap masukan dari akademisi dapat memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data.
“Kami tidak ingin kebijakan ekonomi hanya berhenti di dokumen. Harus ada implementasi yang nyata dirasakan oleh warga,” tegasnya.