Komitmen ini disampaikan Ade Jona Prasetyo saat menemui Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Palangka Raya, Senin (11/5/2026). Ia merespons langsung keluhan masyarakat terkait antrean panjang pengisian BBM di sejumlah titik, termasuk Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur pada pekan sebelumnya.
Zona Timur Jadi Prioritas karena Berbatasan dengan IKN
Gubernur Agustiar Sabran secara khusus menyoroti ketimpangan distribusi di zona timur Kalteng. Wilayah yang menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) itu sama sekali belum memiliki depo BBM.
“Kalau di zona timur tidak ada, padahal zona timur penyangga IKN, sementara selama ini pasokannya mengambil dari zona tengah,” kata Agustiar dalam jumpa pers di Istana Isen Mulang, Sabtu (9/5/2026) malam.
Saat ini, zona barat sudah memiliki dua Fuel Terminal, masing-masing di Sampit (Kotawaringin Timur) dan Pangkalan Bun (Kotawaringin Barat). Zona tengah juga sudah memiliki satu depo di Kabupaten Pulang Pisau. Alhasil, distribusi ke wilayah timur harus menempuh jarak lebih jauh dan rawan hambatan.
Ade Jona: Stok Aman, Tapi Infrastruktur Belum Merata
Ade Jona Prasetyo memastikan pasokan BBM di Kalteng saat ini dalam kondisi cukup dan akan terus dipantau. Namun, ia mengakui infrastruktur penyimpanan belum seimbang antar-zona.
“Jadi saya sebagai anggota Komisi XII sangat mengawal supaya stok BBM di Kalteng dipastikan aman,” ujarnya di Kantor Gubernur Kalteng.
Menurut Ade, usulan penambahan depo akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait. Ia menegaskan Komisi XII yang membidangi energi, sumber daya mineral, dan investasi akan menjadi jembatan antara pemerintah daerah dan BUMN migas.
Antrean Mulai Normal, Warga Berharap Ada Solusi Jangka Panjang
Antrean panjang pengisian BBM sempat terjadi di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya sejak Senin (4/5/2026). Namun, kondisi itu mulai berangsur normal dan mengurai dalam beberapa hari terakhir.
Gubernur Agustiar meminta Pertamina mempertimbangkan pembangunan minimal satu depo tambahan di zona timur.
“Mohon dengan hormat Pertamina, minimal satu, agar berimbang dan berkeadilan seperti zona barat,” pungkasnya.