KUALA KAPUAS — Enam unit bangunan yang terdiri dari warung dan kios di kawasan padat aktivitas sekitar RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo hangus terbakar, Kamis (14/5/2026) dini hari. Api mulai berkobar sekitar pukul 01.25 WIB dan dengan cepat melahap bangunan semi-permanen yang sebagian besar terbuat dari kayu.
Tiga bangunan dilaporkan mengalami rusak berat, sementara tiga lainnya rusak ringan. Tim pemadam kebakaran gabungan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Kapuas tiba di lokasi setelah menerima laporan warga dan langsung berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Enam Pemilik Usaha Kehilangan Sumber Penghidupan
Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandingan, mengonfirmasi bahwa enam pemilik usaha terdampak dalam peristiwa ini. Mereka adalah Sariwan, Ramadan, Yunizar, Ibu Lewat yang dikenal sebagai pengelola rumah sakit, serta Jali dan Waraz.
“Sedikitnya enam unit bangunan warung dan kios terdampak akibat kebakaran tersebut,” kata Pangeran di Kuala Kapuas. Warga sekitar sempat berupaya menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi sebelum petugas pemadam tiba.
Penyebab Kebakaran Masih dalam Penyelidikan Polisi
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih menyelidiki sumber api yang memicu kebakaran. Petugas tengah mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.
Belum diketahui apakah kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, kompor gas, atau faktor lain. Polisi belum menetapkan tersangka dan masih menunggu hasil pemeriksaan forensik dari laboratorium.
BPBD Lakukan Kaji Cepat untuk Data Kerusakan dan Kebutuhan Korban
TRC BPBD Kabupaten Kapuas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga melaksanakan kaji cepat untuk mendata kerusakan dan kebutuhan para korban. Data ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk menyalurkan bantuan darurat.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hingga dini hari. Kawasan sekitar RSUD yang merupakan pusat aktivitas warga dinilai rawan karena banyak bangunan berdempetan dengan konstruksi yang mudah terbakar.