PALANGKA RAYA — Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial yang berulang setiap tahun. Ia meminta seluruh ASN di lingkungan Pemprov Kalimantan Tengah untuk menghayati nilai-nilai dasar negara itu dalam tugas sehari-hari, terutama dalam pelayanan publik.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila ini merupakan momen istimewa bagi seluruh bangsa Indonesia. Kita diingatkan kembali bahwa Pancasila bukan sekadar lima sila, tetapi merupakan falsafah dan ideologi yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Linae usai upacara di Palangka Raya, Senin (1/6).
Menurut Linae, tanggung jawab menjaga ideologi bangsa tidak hanya berada di pundak aparat keamanan atau lembaga pendidikan. Sebagai pelayan masyarakat, ASN justru menjadi garda terdepan yang langsung berhadapan dengan warga. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap Pancasila harus terlihat dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan dan tindakan yang diambil oleh birokrasi.
“Sebagai pelayan masyarakat, ASN dituntut tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga menerapkannya dalam setiap kebijakan dan tindakan yang dilakukan,” katanya.
Linae menambahkan, semangat yang ia sampaikan sejalan dengan arahan Gubernur Kalimantan Tengah. Ia mengingatkan bahwa setiap ASN harus menjadi bagian dari pembangunan daerah, bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif.
“Seperti yang selalu disampaikan Bapak Gubernur, seluruh ASN harus menjadi bagian dari pembangunan Kalimantan Tengah untuk Indonesia. Karena itu, kesetiaan terhadap Pancasila harus terus dijaga dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Linae.
Linae berharap peringatan tahun ini mampu memperkuat semangat persatuan, integritas, dan pengabdian ASN. Menurutnya, pembangunan daerah hanya bisa berjalan optimal jika seluruh elemen pemerintahan memiliki komitmen ideologis yang sama.