PALANGKA RAYA — Ratusan ASN di Kota Palangka Raya tengah bersiap menghadapi masa pensiun dengan bekal yang lebih konkret. Bukan sekadar urusan Surat Keputusan (SK) pensiun, mereka dibekali strategi mengelola uang dan peluang usaha agar tak hanya menjadi pensiunan yang pasif.
Bekal Finansial dan Peluang Usaha dari Bank Kalteng
Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Kota Palangka Raya, Fauzi Rahman, membuka langsung pembekalan yang berlangsung Jumat pekan lalu. Dalam kegiatan itu, pihaknya menggandeng Bank Kalteng untuk memberikan materi perencanaan keuangan dan informasi program kemitraan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"BKPSDM terus memproses usulan pensiun dan memberikan pelayanan terbaik agar para PNS dapat memasuki masa pensiun dengan tertib dan nyaman," kata Fauzi.
Siapa Saja Pesertanya? Proyeksi Pensiun hingga 2029
Peserta yang mengikuti pembekalan ini adalah 197 PNS yang dijadwalkan memasuki masa purna tugas dalam rentang waktu cukup panjang, yakni mulai 1 Januari 2028 hingga 1 Maret 2029. Artinya, persiapan dilakukan lebih awal agar mereka memiliki waktu merencanakan masa transisi.
Fauzi menekankan bahwa masa pensiun bukanlah akhir pengabdian, melainkan titik awal untuk memulai aktivitas baru yang produktif. "Baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat," ujarnya.
Sistem Pensiun Kian Digital, Data Kepegawaian Wajib Mutakhir
Di sisi lain, BKPSDM juga mendorong penyederhanaan proses pengurusan pensiun melalui sistem administrasi yang lebih terintegrasi. Targetnya, ke depan ASN yang memasuki masa pensiun bisa langsung menerima SK pensiun tanpa harus melalui proses manual yang panjang dan berbelit.
Untuk mendukung target itu, Fauzi mengimbau seluruh ASN memastikan data kepegawaian pada aplikasi SIMPEG dan MyASN selalu lengkap dan terbarui. "Karena itu menjadi syarat utama dalam proses pengusulan hingga penerbitan SK pensiun," jelasnya.