NANGA BULIK — Wakil Bupati Lamandau, Kalimantan Tengah, Abdul Hamid, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lamandau. Sebanyak 108 mitra statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) setempat akan melakukan pendataan dari pintu ke pintu untuk mengumpulkan data ekonomi yang akurat.
Mengapa Data Sensus Ekonomi Penting bagi Lamandau?
Abdul Hamid menegaskan bahwa sensus ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum strategis untuk menghasilkan peta ekonomi daerah yang lengkap dan terpercaya. Data yang terkumpul akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
"Keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat," ujar Abdul Hamid di Kantor BPS Lamandau, Nanga Bulik, Jumat.
Petugas Sensus Door to Door, Warga Diminta Terbuka
Pemerintah Kabupaten Lamandau mengimbau masyarakat untuk menerima kedatangan petugas sensus dengan baik. Warga diminta memberikan informasi yang sesuai dengan kondisi sebenarnya tanpa rasa khawatir.
Seluruh data yang dihimpun oleh 108 mitra statistik tersebut dijamin kerahasiaannya oleh undang-undang dan hanya akan digunakan untuk kepentingan statistik. Hal ini disampaikan untuk mengantisipasi kekhawatiran warga terkait penyalahgunaan data pribadi.
Sinergi Forkopimda dan Instansi Vertikal Kunci Sukses
Pencanangan yang digelar BPS Kabupaten Lamandau itu dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, serta pimpinan instansi vertikal. Kehadiran mereka menandakan komitmen bersama untuk menyukseskan agenda nasional ini di tingkat kabupaten.
Sebagai tanda dimulainya proses pendataan, Abdul Hamid secara simbolis memasangkan rompi kepada petugas sensus. "Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang akurat, kita dapat mewujudkan pembangunan Kabupaten Lamandau yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera," tutupnya.