PALANGKA RAYA — Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut pekerjaan pemadaman dan pendinginan masih cukup besar. Pemantauan BNPB menunjukkan luas lahan yang belum padam di Kalteng mencapai 19.076 hektare.
Sumatera Selatan menyusul sebagai prioritas dengan sekitar 2.187 hektare yang belum padam. Jambi juga perlu perhatian karena luas yang belum padam meningkat menjadi 716 hektare, dari sebelumnya 377 hektare pada hari sebelumnya.
Berton menegaskan tren hotspot dalam beberapa pekan terakhir masih dinamis. Penurunan di sejumlah wilayah tidak otomatis berarti karhutla sudah terkendali.
"Karena itu, kita tidak bisa hanya melihat penurunan hotspot dalam satu hari sebagai tanda bahwa karhutla sudah terkendali," kata Berton kepada wartawan, Minggu (25/10/2026).
Di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur, sejumlah indikator memang menunjukkan penurunan dibanding hari sebelumnya. Namun BNPB meminta pemadaman, pendinginan, dan patroli tetap dilanjutkan untuk mencegah api kembali menyala.
BNPB mengerahkan personel darat, helikopter water bombing, pesawat patroli, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pada 22 Oktober tercatat 71.878 personel darat dan 58 armada udara mendukung penanganan.
OMC dengan dry ice dan NaCl dilaksanakan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Hasil yang dilaporkan mencakup hujan di sebagian wilayah Kalteng, serta peningkatan jarak pandang dan penurunan PM2.5 di Sumsel.
"Hasil ini tetap perlu dievaluasi dan tidak boleh dianggap sebagai bukti bahwa seluruh sumber api telah padam," jelas Berton.
Pemerintah memprioritaskan agar api benar-benar padam, terutama di lahan gambut. Perlindungan warga dari paparan asap dan pencegahan kebakaran berulang menjadi fokus penanganan.
"Prioritas kami adalah memastikan api benar-benar padam, terutama di lahan gambut, melindungi masyarakat dari paparan asap, serta mencegah kebakaran berulang," tutur Berton.
BNPB memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait. Keberhasilan penanganan, menurut Berton, tidak hanya diukur dari penurunan hotspot, tetapi dari berkurangnya luas kebakaran yang belum padam dan terlindunginya masyarakat.