Karhutla Kotim Kian Luas, BKSDA Sampit Waspadai Orangutan dan Beruang Madu Masuk Permukiman Warga

Penulis: Mahfud Ridwan  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:01:01 WIB
Petugas BKSDA Sampit akan melakukan observasi ke Desa Luwuk Bunter untuk memastikan kondisi dua orangutan yang terdampak karhutla.

SAMPIT — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit menyatakan akan segera melakukan observasi ke Desa Luwuk Bunter untuk memastikan kondisi kedua orangutan tersebut. Sebelumnya, satwa liar juga terpantau di sejumlah titik lain, seperti orangutan di kebun masyarakat Desa Bapanggang Raya dan dugaan jejak beruang madu di perkebunan sawit Desa Bagendang Permai.

Kepala BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, menjelaskan bahwa karhutla yang kian parah memaksa satwa kehilangan ruang hidup dan sumber makanan. Akibatnya, hewan-hewan tersebut berpotensi keluar dari kawasan alaminya untuk mencari lokasi yang lebih aman, termasuk mendekati area aktivitas manusia.

Konflik Satwa dan Manusia Mengintai di Tengah Kepungan Asap

Muriansyah menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa dianggap remeh. Satwa yang masuk ke ladang, kebun, atau permukiman warga sangat berisiko memicu konflik yang membahayakan kedua belah pihak.

"Kalau kebakaran dan asapnya semakin parah, akhirnya sangat mengancam satwa liar. Satwa bisa masuk ke ladang, kebun maupun permukiman warga sehingga berpotensi terjadi konflik," ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Warga Diminta Segera Lapor, Jangan Ditangani Sendiri

Menurut Muriansyah, laporan dari masyarakat menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan konflik. Pihaknya mengimbau agar warga yang menemukan kemunculan satwa liar segera melapor ke petugas, alih-alih bertindak sendiri yang bisa berakibat fatal.

"Kalau ada satwa liar yang muncul, segera laporkan kepada kami. Jangan ditangani sendiri," tegasnya.

Dengan adanya laporan tersebut, BKSDA dapat menentukan langkah penanganan yang tepat, baik untuk keselamatan warga maupun kelestarian satwa yang tengah terdampak bencana asap. Lokasi kemunculan satwa-satwa ini dinilai tidak jauh dari titik-titik api yang masih aktif di wilayah Kotim.

Reporter: Mahfud Ridwan
Sumber: tintaborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top