KALIMANTAN TENGAH — Keputusan AMD memangkas kapasitas memori di lini terbarunya ini terbilang berani. Di tengah tren peningkatan VRAM yang membuat harga kartu grafis semakin sulit dijangkau, perusahaan justru meluncurkan varian dengan spesifikasi lebih rendah dari seri Radeon RX 9050 yang sudah beredar.
Berdasarkan lembar spesifikasi resmi, RX 9050 4 GB masih mengusung konfigurasi inti yang identik dengan versi 8 GB. GPU ini memiliki 16 Compute Units dan 1.024 Stream Processors dengan boost clock hingga 2.600 MHz serta daya tipikal 92 watt.
Perbedaan mendasar justru terletak pada subsistem memori. Kartu ini hanya dibekali 4 GB GDDR6 dengan bus 64-bit dan bandwidth maksimal 144 GB/s. AMD juga memangkas kapasitas Infinity Cache menjadi 16 MB.
Sebagai perbandingan, RX 9050 8 GB yang dirilis sebelumnya menawarkan bus 128-bit, bandwidth 288 GB/s, dan Infinity Cache 32 MB. Artinya, varian 4 GB kehilangan separuh kapasitas memori, lebar jalur data, bandwidth, dan cache sekaligus.
Keputusan ini tidak lepas dari kondisi pasar GPU global yang tengah tidak stabil. Harga dan pasokan memori grafis sedang menghadapi kelangkaan, sementara produsen tetap dituntut menyediakan produk murah di tengah melonjaknya biaya komponen.
AMD secara eksplisit menyatakan RX 9050 4 GB sebagai model khusus OEM. Berbeda dengan versi 8 GB yang dijual sebagai kartu terpisah di ritel dengan harga sekitar US$279 (setara Rp 4,6 juta), varian ini lebih diarahkan untuk masuk ke dalam rakitan PC jadi yang dijual vendor seperti Dell, HP, atau Lenovo.
Dengan kata lain, kartu ini bukanlah pilihan utama bagi pengguna yang merakit PC sendiri, melainkan solusi bagi produsen sistem untuk menekan biaya produksi di tengah tekanan harga komponen.
Kapasitas 4 GB menjadi titik lemah yang sulit diabaikan untuk memainkan game terbaru. Keterbatasan VRAM akan membatasi penggunaan tekstur berkualitas tinggi dan membuat GPU lebih cepat mengalami penurunan performa saat game membutuhkan lebih banyak data grafis.
Ditambah lagi dengan bus 64-bit dan bandwidth yang hanya separuh dari versi 8 GB, RX 9050 4 GB bukan sekadar kartu dengan memori lebih kecil. Produk ini merupakan solusi yang memangkas cukup banyak kemampuan subsistem memorinya, sehingga performanya akan jauh berbeda di skenario gaming berat.
Meski demikian, kompromi ini bisa menjadi pilihan masuk akal bagi pengguna yang lebih mengutamakan harga terjangkau daripada kualitas visual maksimal. Untuk game kompetitif dengan kebutuhan grafis rendah, kartu ini masih relevan.
Dengan strategi ini, AMD tampaknya ingin memastikan lini RDNA 4 tetap memiliki opsi paling ekonomis di tengah pasar yang sedang tidak menentu. Pertanyaannya kini, apakah konsumen akhir akan menerima kompromi ini atau lebih memilih menabung untuk varian 8 GB?