SAMPIT — Enam kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur yang selama ini masih mengandalkan minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga bakal segera menikmati gas elpiji 3 kilogram bersubsidi. Bupati Kotim Halikinnor mengonfirmasi bahwa pemerintah daerah telah menerima surat persetujuan penambahan 9.000 tabung elpiji dari Ditjen Migas.
“Saya sudah menerima surat dari Dirjen Migas, kita ada penambahan 9.000 tabung. Karena enam kecamatan kemarin yang belum konversi, ini sudah masuk konversi,” kata Halikinnor di Sampit, Rabu (19/8/2026).
Keenam kecamatan yang dimaksud meliputi Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, dan Antang Kalang. Selama ini, wilayah-wilayah tersebut belum mendapatkan pasokan elpiji 3 kg sehingga masyarakatnya masih bergantung pada minyak tanah sebagai bahan bakar utama.
Kondisi tersebut menjadi alasan utama Pemkab Kotim mendorong percepatan konversi secara mandiri. Pengajuan penambahan kuota ini sebenarnya telah dilayangkan pemkab kepada Kementerian ESDM sekitar satu bulan sebelum surat persetujuan diterbitkan.
Halikinnor memperkirakan penambahan kuota ini mulai direalisasikan pada September 2026. Dengan begitu, akses masyarakat terhadap elpiji 3 kg di enam kecamatan tersebut diharapkan lebih merata dan kesulitan pasokan energi rumah tangga dapat teratasi.
“Kalau tidak salah mulai bulan September informasinya. Mudah-mudahan dengan penambahan itu, kesulitan kita tentang elpiji khususnya gas elpiji yang 3 kg itu akan terpenuhi, akan teratasi,” ujarnya.
Pemerintah daerah menargetkan penggunaan minyak tanah di enam kecamatan tersebut secara bertahap dapat dihentikan. Masyarakat diharapkan beralih sepenuhnya ke elpiji 3 kg yang dinilai lebih praktis dan efisien untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Selain mempermudah akses bahan bakar, kebijakan ini juga berdampak pada pengendalian inflasi di tingkat daerah. Halikinnor menilai elpiji merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang pergerakan harganya cukup sensitif terhadap laju inflasi.
“Artinya tidak ada lagi penggunaan minyak tanah dan itu membantu menjaga inflasi,” demikian Halikinnor.
Dengan tambahan 9.000 tabung ini, total kuota elpiji 3 kg di Kotim diharapkan mampu menjawab persoalan keterbatasan pasokan energi rumah tangga. Pemerintah daerah kini tinggal menunggu proses pelaksanaan di lapangan bersama agen dan pangkalan resmi agar distribusi berjalan tepat sasaran.