KALIMANTAN TENGAH — Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta di ajang Piala Presiden 2026 diprediksi berjalan sengit. Tavares secara terbuka mengakui kualitas lawan yang kini diasuh Shin Tae-yong – pelatih asal Korea Selatan yang sebelumnya menangani Timnas Indonesia.
"Kami tahu Persija adalah tim yang kuat, dengan pemain-pemain bagus dan pelatih yang sangat memahami sepak bola Indonesia karena pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia. Saya percaya mereka adalah klub besar dan memiliki tim yang kuat," ujar Tavares dalam konferensi pers di Surabaya.
Tavares tidak menampik reputasi Shin Tae-yong yang sudah malang melintang di sepak bola Tanah Air. Pengalaman pelatih berusia 55 tahun itu bersama Timnas Indonesia dianggap menjadi nilai tambah bagi Macan Kemayoran.
Meski memuji Shin, Tavares menegaskan bahwa Persebaya tidak akan terpaku pada satu sosok. "Saya sebenarnya tidak akan bermain melawan dia. Kami akan menghadapi Persija sebagai sebuah tim. Saya mendoakan dia sukses, tetapi tidak untuk pertandingan besok," tegas pelatih asal Portugal itu.
Pernyataan ini sekaligus menjawab sorotan media yang lebih banyak menyoroti duel antara dua pelatih asing di Liga Indonesia. Tavares memilih untuk tetap rendah hati dan fokus pada strategi tim.
Bagi Tavares, setiap pertandingan adalah bagian dari persiapan tim menuju kompetisi resmi. Namun, ia menargetkan kemenangan. "Sepak bola adalah tentang berusaha untuk menang, bukan berusaha untuk seri atau kalah. Tapi kami tetap rendah hati. Di sisi lain ada pelatih dengan banyak pengalaman, nama besar, dan pemain-pemain berpengalaman dari berbagai tim nasional," katanya.
Tavares juga menyampaikan harapan khusus untuk kepemimpinan wasit. Ia berharap laga berjalan adil sehingga bisa dinikmati pemain dan suporter. "Mereka akan bermain dengan 11 pemain dan kami juga akan berusaha bermain dengan 11 pemain. Saya berharap wasit bisa memimpin pertandingan dengan baik," ujarnya menutup sesi konferensi pers.