Lomba Bertutur SD MI Barito Utara 2026 Dorong Literasi dan Lestarikan Cerita Rakyat

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Rabu, 22 Juli 2026 | 18:07:32 WIB
Suasana Lomba Bertutur Tingkat SD dan MI Tahun 2026 yang digelar Dissiptaka Barito Utara di aula kantornya, Rabu (22/7/2026).

MUARA TEWEH — Lomba Bertutur Tingkat SD dan MI Tahun 2026 resmi digelar Dissiptaka Barito Utara di aula kantornya, Rabu (22/7/2026). Kepala Dissiptaka Barito Utara Dewi Handayani menegaskan kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana membangun budaya membaca dan kemampuan komunikasi peserta didik sejak usia dini.

Mengapa Cerita Rakyat Jadi Tema Utama?

Dewi menjelaskan, lomba mengusung tema "Melestarikan Cerita Rakyat untuk Membangun Generasi Berkarakter dan Cinta Budaya Daerah." Tema ini dipilih untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sekaligus membangun karakter melalui pesan moral yang terkandung dalam cerita rakyat.

"Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan minat baca anak-anak sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan cerita rakyat yang sarat dengan nilai-nilai karakter. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami, menghayati, dan menyampaikan kembali isi cerita dengan percaya diri," ujar Dewi Handayani.

Peserta Jadi Duta Literasi dan Budaya Daerah

Dewi mengungkapkan, para pemenang lomba akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan promosi wisata Kabupaten Barito Utara. Mereka diharapkan menjadi duta literasi sekaligus duta budaya daerah.

"Para pemenang nantinya akan kami libatkan dalam berbagai kegiatan promosi wisata Kabupaten Barito Utara sebagai bentuk pembinaan dan apresiasi. Kami berharap mereka dapat menjadi duta literasi sekaligus duta budaya daerah," kata Dewi.

Dasar Hukum dan Dewan Juri

Penyelenggaraan lomba ini mengacu pada Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 4 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Perpustakaan, Peraturan Bupati Barito Utara Nomor 10 Tahun 2017, serta Keputusan Bupati Barito Utara Nomor 188.45/289/2026 tentang Pembentukan Panitia Pelaksana dan Dewan Juri.

Dewan juri terdiri dari Ritma Yustin Mintias, S.Hut., M.Pd. dari Komunitas Rumah Kreatif Barito Utara, Uspo Pristiawantoro, S.E. dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Weldia Akmarjaya, S.Pd. dari Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara.

Tingkat Provinsi dan Nasional Belum Digelar

Dewi mengungkapkan, pada tahun 2026 belum dilaksanakan Lomba Bertutur tingkat provinsi maupun nasional karena adanya kebijakan efisiensi anggaran. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat pemerintah daerah dalam membina bibit-bibit generasi muda yang gemar membaca dan mencintai budaya daerah.

Selain meningkatkan budaya literasi, kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, keterampilan berkomunikasi, serta menanamkan nilai-nilai karakter seperti percaya diri, tanggung jawab, kejujuran, dan penghargaan terhadap budaya bangsa.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: kaltengsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top