KALIMANTAN TENGAH — Alexander Ramlie, anggota Dewan Komisaris PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), kembali menambah porsi kepemilikannya di emiten tambang tersebut. Ia membeli 3.138.500 lembar saham AMMN dengan nilai total sekitar Rp12,179 miliar pada 17 Juli 2026.
Transaksi ini diumumkan dalam keterbukaan informasi perseroan, Senin (20/7/2026). Langkah Alexander menjadi sinyal positif bagi pasar, mengingat ia adalah salah satu pendiri perusahaan yang sebelumnya menjabat Direktur Utama selama hampir satu dekade. Kini ia duduk sebagai anggota Dewan Komisaris.
Pembelian saham dilakukan dalam empat tahap dengan rentang harga Rp3.890 hingga Rp3.930 per saham. Harga tersebut masih di bawah harga pasar yang tercatat Rp3.960 pada perdagangan Senin siang, atau menguat 0,51 persen.
Dengan aksi ini, Alexander menunjukkan keyakinan bahwa valuasi saham AMMN saat ini masih menarik. Ia juga dikenal sebagai tokoh kunci di balik akuisisi PT Newmont Nusa Tenggara, yang menjadi cikal bakal Amman Mineral.
Alexander Ramlie memiliki peran penting dalam sejarah akuisisi tambang Batu Hijau di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Proses pengambilalihan saham Newmont Nusa Tenggara itu menjadi tonggak lahirnya Amman Mineral sebagai salah satu produsen tembaga dan emas terbesar di Indonesia.
Kepercayaan orang dalam terhadap prospek perusahaan kerap menjadi perhatian investor. Aksi borong saham oleh komisaris dinilai sebagai sinyal bahwa fundamental perusahaan berada dalam jalur positif.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen AMMN belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana ekspansi atau target produksi ke depan. Namun, aksi pembelian saham oleh Alexander Ramlie menjadi indikasi optimisme di tengah harga komoditas tambang yang masih fluktuatif.