Pemprov Kalteng Ikut Rakor Inflasi Nasional, Harga Beras dan Bawang Putih Jadi Perhatian Serius Jelang Kemarau

Penulis: Oki Setiawan  •  Senin, 20 Juli 2026 | 18:37:31 WIB
Asisten II Setda Provinsi Kalteng memimpin rakor pengendalian inflasi nasional di Palangka Raya.

PALANGKA RAYA — Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Provinsi Kalteng Anang Dirjo memimpin langsung jalannya rakor dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II, Kantor Gubernur Kalteng. Hadir pula unsur Forkopimda, perangkat daerah, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) setempat.

Rapat dipimpin Sekretaris Jenderal Kemendagri RI Tomsi Tohir dan diikuti Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, perwakilan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta pemda dari seluruh Indonesia.

BPS: Juli Rawan Inflasi, Empat Provinsi Alami Kenaikan IPH

Deputi BPS Ateng Hartono memaparkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga pekan ketiga Juli 2026. Secara historis, Juli selalu menjadi bulan inflasi dengan kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebagai penyumbang utama.

Hingga 17 Juli 2026, hanya empat provinsi yang mencatat kenaikan IPH. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami lonjakan IPH juga menurun, dari 78 daerah pada pekan sebelumnya menjadi 69 daerah.

Komoditas Pengungkit: Beras, Bawang Putih, dan Minyak Goreng

BPS mengingatkan tiga komoditas utama yang perlu diwaspadai. Harga beras medium tercatat naik selama empat bulan beruntun. Sementara itu, harga bawang putih rata-rata mencapai Rp42.560 per kilogram atau 12 persen di atas HAP.

Minyak goreng juga masuk dalam daftar komoditas yang harus dikendalikan. Sebaliknya, harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras mulai menunjukkan tren penurunan, meski di beberapa daerah masih di atas harga acuan.

Antisipasi Kemarau dan El Nino: Irigasi hingga Cadangan Beras 5,24 Juta Ton

Kementerian Pertanian memaparkan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau dan potensi El Nino. Langkah itu meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan pendampingan penyuluh, perbaikan infrastruktur irigasi, hingga penguatan cadangan beras nasional yang saat ini mencapai sekitar 5,24 juta ton.

Pemerintah daerah juga diminta memperkuat pengendalian organisme pengganggu tanaman serta menjalin kerja sama antardaerah untuk menjaga pasokan bawang merah dan cabai.

Kemendagri Minta Impor Bawang Putih Dipercepat

Kementerian Perdagangan melaporkan harga bawang putih nasional per 17 Juli 2026 mencapai rata-rata Rp38.858 per kilogram, naik sekitar 0,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Menanggapi kondisi itu, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir meminta realisasi impor bawang putih segera dipercepat agar pasokan terjaga dan harga dapat dikendalikan.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menekankan pentingnya menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen. Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) diminta difokuskan pada daerah yang mengalami lonjakan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Melalui rakor ini, pemerintah pusat dan daerah berkomitmen memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga pangan, memperlancar distribusi, serta mengantisipasi dampak musim kemarau sehingga inflasi tetap terkendali dan ketahanan pangan nasional terjaga.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: mediadayak.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top