PALANGKA RAYA — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengungkapkan sebaran kebakaran terkonsentrasi di tiga kecamatan. Wilayah Kecamatan Jekan Raya menjadi daerah dengan kejadian terbanyak, yakni 21 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai 9,05 hektare.
Di Kecamatan Pahandut, BPBD mencatat empat kejadian karhutla yang menghanguskan lahan seluas 0,92 hektare. Sementara itu, satu kejadian di Kecamatan Sabangau membakar area seluas 1,55 hektare.
Budi menjelaskan, sejumlah titik api berada di kawasan rawa yang kerap menjadi lokasi aktivitas masyarakat, seperti memancing. Kondisi ini menyulitkan akses tim pemadam darat menuju lokasi kebakaran. Salah satu contohnya adalah kebakaran di kawasan Danau Rangas beberapa waktu lalu, di mana petugas harus menempuh jarak hampir satu kilometer untuk mencapai titik api.
"Pada kejadian itu, kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk meminta bantuan water bombing agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat," ujar Budi.
BPBD tidak hanya fokus pada pemadaman. Menurut Budi, pihaknya terus berkoordinasi dengan Polresta Palangka Raya untuk menindak para pelaku pembakaran lahan. Data dan hasil pelacakan lokasi kejadian telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.
"Kita harus memberikan efek jera kepada pelaku pembakaran lahan. Data dan hasil pelacakan kejadian kami serahkan kepada aparat untuk ditindaklanjuti," katanya.
Meski wilayah Palangka Raya hampir tiga pekan tidak diguyur hujan, Budi menilai kondisi karhutla masih relatif terkendali. Kelembapan tanah, terutama di kawasan gambut, dinilai masih cukup baik sehingga pemadaman, termasuk melalui jalur udara, masih efektif dilakukan.
"Berbeda jika lahan gambut sudah benar-benar kering, maka potensi kebakaran akan lebih besar dan penanganannya menjadi lebih sulit," kata Budi.
Dalam penanganan karhutla, BPBD Kota Palangka Raya berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Kalteng, serta relawan untuk deteksi dini dan pemadaman. Budi mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika menemukan titik api.
"Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak membakar lahan dan segera melapor jika ada kejadian kebakaran," pungkasnya.