KALIMANTAN TENGAH — Di tengah tren harga ponsel flagship yang menembus Rp 20 jutaan, faktor nilai jual kembali (resale value) kini menjadi salah satu variabel penting dalam keputusan pembelian. Sebuah laporan terbaru menyebutkan bahwa beberapa model ponsel di 2026 mampu mempertahankan harganya lebih baik ketimbang kompetitor langsung mereka. Bagi pengguna yang kerap upgrade perangkat setiap tahun, informasi ini bisa menjadi penentu.
Ponsel dengan nilai jual kembali tinggi umumnya memiliki beberapa kesamaan: brand image kuat, dukungan software jangka panjang, dan permintaan pasar sekunder yang stabil. Di 2026, model-model dari lini Pro Apple dan seri Ultra Samsung masih mendominasi daftar tersebut. Namun, kejutan datang dari beberapa ponsel lipat yang kini mulai dilirik pasar bekas.
Seri Pro Max dari Apple selalu menjadi pemimpin dalam hal depresiasi harga paling lambat. iPhone 17 Pro Max dengan chip A19 Bionic dan kamera tetraprism 48 MP diperkirakan kehilangan hanya 15-18 persen dari harga barunya setelah satu tahun pemakaian. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan ponsel Android sekelasnya yang bisa kehilangan hingga 30 persen.
Samsung Galaxy S26 Ultra hadir dengan baterai 6.000 mAh dan kamera telefoto 200 MP. Kombinasi ini membuatnya sangat dicari di pasar loak, terutama oleh pengguna yang menginginkan daya tahan maksimal. Nilai jualnya di tahun pertama diperkirakan bertahan di kisaran 70-75 persen dari harga awal.
Google Pixel 11 Pro mendapat sorotan berkat komitmen update sistem operasi selama 7 tahun. Ini membuatnya menjadi pilihan menarik di pasar ponsel bekas karena pengguna kedua tetap mendapatkan fitur terbaru. Harga jualnya di tahun kedua diperkirakan lebih stabil dibandingkan ponsel Android lain di kelas harga yang sama.
Xiaomi 16 Ultra berhasil menembus daftar berkat kamera Leica 1 inci yang legendaris. Ponsel ini menjadi buruan para penggemar fotografi yang tidak ingin membayar harga flagship Apple atau Samsung. Nilai jualnya di 2026 tercatat hanya turun 22 persen setelah enam bulan pemakaian.
Pasar ponsel lipat biasanya mengalami depresiasi paling tinggi karena risiko kerusakan layar. Namun, OnePlus Open 3 dengan engsel generasi keempat dan garansi layar 2 tahun berhasil mematahkan stigma itu. Model ini diperkirakan mempertahankan 65 persen nilainya setelah satu tahun, menjadikannya ponsel lipat dengan resale value terbaik di 2026.
Memilih ponsel dengan nilai jual kembali tinggi tidak hanya soal merek, tetapi juga soal fitur yang dicari pasar bekas: kamera, baterai, dan dukungan software. Jika Anda berencana upgrade dalam 1-2 tahun ke depan, lima model di atas adalah pilihan paling rasional untuk meminimalkan kerugian.