Menyimpan bahan makanan dengan cara yang tepat menjadi keterampilan penting bagi setiap rumah tangga, terutama untuk menekan pengeluaran akibat makanan yang cepat busuk atau harus dibuang sebelum sempat diolah. Kesalahan dalam penyimpanan bisa membuat bahan makanan kehilangan kesegaran jauh lebih cepat dari yang seharusnya.
Setiap jenis bahan makanan memiliki karakteristik dan cara penyimpanan yang berbeda-beda, mulai dari sayuran, buah, daging, hingga bahan kering seperti beras dan tepung. Memahami cara penyimpanan yang sesuai membantu memperpanjang masa simpan sekaligus menjaga kualitas dan nilai gizi bahan makanan tersebut.
Berikut sejumlah tips menyimpan bahan makanan agar lebih tahan lama dan tetap segar saat akan diolah.
Setiap jenis makanan memiliki suhu dan kondisi penyimpanan ideal yang berbeda. Sayuran hijau umumnya lebih tahan lama disimpan dalam wadah kedap udara di rak khusus sayuran pada kulkas, sementara buah-buahan tertentu justru lebih baik disimpan di suhu ruang sebelum matang sempurna.
Memisahkan penyimpanan bahan makanan mentah, seperti daging dan ikan, dari bahan makanan siap konsumsi juga penting untuk mencegah kontaminasi silang yang bisa mempercepat pembusukan maupun menimbulkan risiko kesehatan.
Menyimpan bahan makanan dalam wadah kedap udara membantu memperlambat proses oksidasi yang menjadi salah satu penyebab utama makanan cepat rusak. Wadah kedap udara juga mencegah bahan makanan menyerap bau dari makanan lain yang disimpan berdekatan di dalam kulkas.
Untuk bahan makanan kering seperti beras, tepung, atau kacang-kacangan, gunakan wadah tertutup rapat untuk mencegah kelembapan dan serangga masuk, yang bisa mempercepat kerusakan maupun tumbuhnya jamur pada bahan makanan tersebut.
Suhu kulkas yang terlalu tinggi bisa mempercepat pembusukan, sementara suhu yang terlalu rendah pada bagian tertentu justru bisa merusak tekstur beberapa jenis sayuran dan buah. Pastikan suhu kulkas diatur sesuai rekomendasi, biasanya di kisaran 1 hingga 4 derajat celsius untuk bagian pendingin utama.
Untuk bahan makanan yang perlu disimpan lebih lama, seperti daging dan ikan, penyimpanan di freezer dengan suhu di bawah titik beku membantu memperpanjang masa simpan hingga beberapa minggu bahkan bulan, tergantung jenis bahan makanannya.
Menerapkan sistem first in first out, yaitu menggunakan bahan makanan yang lebih dulu dibeli sebelum bahan yang baru dibeli, membantu memastikan tidak ada bahan makanan yang terlewat hingga kedaluwarsa. Menempatkan bahan makanan lama di bagian depan dan yang baru di bagian belakang bisa membantu menerapkan sistem ini dengan lebih mudah.
Beri label tanggal pembelian atau perkiraan tanggal kedaluwarsa pada kemasan, terutama untuk bahan makanan yang disimpan dalam jumlah banyak, agar lebih mudah memantau mana yang perlu segera diolah terlebih dahulu.
Jika ada bahan makanan yang diperkirakan tidak akan segera diolah namun mulai mendekati batas kesegarannya, mengolahnya terlebih dahulu atau membekukannya bisa menjadi solusi untuk mencegah bahan makanan tersebut terbuang sia-sia.
Sayuran misalnya, bisa direbus sebentar atau di-blanching sebelum dibekukan agar teksturnya tetap terjaga saat akan diolah kembali di kemudian hari, dibanding dibiarkan hingga benar-benar layu dan tidak layak konsumsi.
Dengan menerapkan cara penyimpanan yang tepat, bahan makanan bisa bertahan lebih lama, kualitas tetap terjaga, dan pengeluaran rumah tangga untuk belanja kebutuhan dapur pun bisa lebih hemat karena mengurangi risiko makanan terbuang sia-sia.