PALANGKA RAYA — Sektor pertambangan di Kalimantan Tengah tidak bisa dipandang sebelah mata. Provinsi dengan kekayaan sumber daya alam melimpah ini menggantungkan sebagian besar denyut ekonominya pada aktivitas tambang, baik skala besar maupun rakyat.
Pernyataan tegas itu disampaikan Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, di hadapan pengurus APRI yang baru dilantik. Ia menyebut potensi tambang menjadi salah satu penopang perekonomian dan sumber mata pencaharian masyarakat di Bumi Tambun Bungai.
Dalam sambutannya, Linae berharap organisasi ini mampu menjadi mitra strategis pemerintah. Ia juga meminta APRI berperan sebagai pelindung bagi penambang rakyat.
“Selamat kepada seluruh Pengurus DPW APRI Kalteng yang telah dilantik. Jadikan amanah ini sebagai tanggung jawab untuk menjadikan APRI mitra strategis pemerintah sekaligus pelindung bagi penambang rakyat di Bumi Tambun Bungai,” ujarnya.
Linae menambahkan, APRI harus menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat penambang. Organisasi ini didorong untuk aktif mengedukasi anggotanya agar memahami regulasi dan beralih ke aktivitas pertambangan yang legal.
Salah satu pesan kunci yang disampaikan Sekda Kalteng adalah soal perubahan citra pertambangan rakyat. Ia menegaskan bahwa praktik tambang tidak identik dengan kerusakan lingkungan.
“Kita harus mengubah stigma bahwa tambang rakyat identik dengan kerusakan lingkungan. APRI harus memelopori praktik pertambangan yang ramah lingkungan, bebas merkuri, serta melakukan reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang,” tegasnya.
Linae juga mengingatkan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap aktivitas pertambangan rakyat. Menurutnya, aspek keselamatan pekerja sama pentingnya dengan kelestarian alam.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen memperkuat sinergi dengan APRI. Tujuannya mewujudkan pertambangan rakyat yang berkeadilan, berkelanjutan, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Mari kita buktikan bahwa pertambangan rakyat di Kalteng dapat berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. Kalteng Berkah, Maju, dan Sejahtera akan terwujud jika ekonomi rakyat tumbuh serta lingkungan tetap terjaga,” pungkas Linae.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi pemerintah daerah yang tidak anti-tambang, namun mendorong tata kelola yang lebih baik. Dengan potensi sumber daya yang besar, tantangan ke depan adalah memastikan seluruh aktivitas tambang—khususnya tambang rakyat—berjalan sesuai aturan dan ramah lingkungan.