KALIMANTAN TENGAH — BYD Atto 1 pertama kali diperkenalkan di GIIAS 2025 dan hingga kini masih sering muncul dalam diskusi soal kendaraan listrik harian yang terjangkau. Dengan banderol mulai Rp199 juta untuk varian Dynamic, sulit menemukan EV lain yang bisa menandingi nilai yang ditawarkan BYD di segmen entry-level.
BYD Atto 1 tersedia dalam dua varian: Dynamic seharga Rp199 juta dan Premium di Rp235 juta. Keduanya mengusung desain yang digarap Wolfgang Egger, desainer yang sebelumnya berkarier di Lamborghini.
Hasilnya, city car mungil ini tampil jauh melampaui ekspektasi untuk segmen entry-level. Bodi ramping dengan lekukan halus dan karakter sporty membuat Atto 1 mudah dikenali di jalan, bahkan di antara kendaraan yang jauh lebih mahal.
Dari sisi dimensi, Atto 1 memiliki panjang 3.925 mm, lebar 1.720 mm, dan tinggi 1.590 mm dengan jarak sumbu roda 2.500 mm. Ukuran ini membuatnya setara dengan LCGC seperti Daihatsu Ayla, Toyota Agya, dan Honda Brio.
Keunggulan utama Atto 1 ada pada teknologi listrik yang lebih responsif serta fitur lebih kaya dibanding rival sekelasnya. Meski harga Rp199 juta masih lebih mahal dari LCGC bensin, efisiensi bahan bakar dan biaya perawatan EV bisa menjadi pertimbangan jangka panjang.
BYD Atto 1 sebenarnya adalah versi lokal dari BYD Seagull, city car listrik yang sudah sukses besar di pasar global. Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerima Seagull dalam konfigurasi setir kanan — sebuah keistimewaan yang tidak kecil artinya.
Ini menunjukkan komitmen BYD terhadap pasar Indonesia sebagai basis produksi dan distribusi regional. Dengan harga yang kompetitif dan spesifikasi yang tidak main-main, Atto 1 bisa menjadi pilihan utama bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.