Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kobar Dwi Agus Suhartono mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 11.45 WIB dan langsung mengerahkan personel ke lokasi. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah munculnya bara api yang bisa memicu kebakaran susulan.
"Menurut keterangan saksi di lapangan, api bermula muncul dari bangunan paling ujung yang dekat dengan mushalla," ujar Dwi Agus di Pangkalan Bun. Lokasi ruko yang berdempetan, cuaca panas, dan angin kencang membuat api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lainnya.
Kobaran api yang besar dan asap tebal membuat warga sekitar terkejut dan panik. Sejumlah warga dari lokasi yang jauh pun berdatangan untuk menyaksikan kebakaran tersebut.
Kebakaran hebat ini melahap seluruh isi deretan ruko yang berada di kawasan padat penduduk tersebut. Akibatnya, bangunan mengalami kerusakan berat dan sejumlah barang dagangan serta perlengkapan di dalamnya ikut terbakar.
Dwi Agus menjelaskan, dalam proses pemadaman, pihaknya menerjunkan sepuluh armada ke lokasi. Rinciannya, empat unit milik Damkar, dua unit BPBD, satu unit rumah singgah, dua unit Palang Merah Indonesia (PMI), dan satu unit ambulans.
Pengerahan armada dalam jumlah besar dilakukan untuk mengantisipasi api merembet ke permukiman warga dan bangunan komersial lainnya yang ada di sekitar terminal. Proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material masih dalam pendataan oleh pihak berwenang.