10 Lokasi Strategis Investasi Properti di Kalimantan Tengah untuk Keuntungan Jangka Panjang

Penulis: Lukman Hakim  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 19:25:01 WIB
Palangka Raya, Sampit, Pangkalan Bun, Kuala Kapuas, dan enam lokasi lainnya menjadi incaran investor properti di Kalimantan Tengah.

Palangka Raya, sebagai ibu kota provinsi, menjadi magnet utama. Namun, investor yang cermat tidak hanya terpaku di pusat kota. Percepatan pembangunan jalan tol Trans-Kalimantan dan kedekatan geografis dengan IKN di Kalimantan Timur mengubah peta nilai tanah di kabupaten-kabupaten sekitarnya. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng menunjukkan tren kenaikan harga tanah rata-rata 8-12% per tahun di titik-titik tertentu selama tiga tahun terakhir, meski angkanya fluktuatif tergantung akses dan utilitas.

Strategi yang umum diterapkan investor berpengalaman adalah memburu lahan di titik potensial sebelum infrastruktur rampung. Berikut sepuluh lokasi yang kerap menjadi incaran, dengan catatan: harga dan ketersediaan lahan sangat dinamis. Verifikasi langsung ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat atau pengembang terpercaya adalah langkah wajib sebelum transaksi.

1. Jalan Tjilik Riwut (Km 26 hingga Km 38) Palangka Raya

Ruas jalan poros menuju Bandara Tjilik Riwut ini adalah urat nadi pertumbuhan properti komersial dan residensial. Sepanjang jalan, bermunculan ruko, kafe, dan perumahan baru karena akses langsung ke bandara dan pusat kota.

Lahan di sisi kiri dan kanan jalan, terutama yang sudah memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), paling diburu. Cek status tata ruang kelurahan setempat karena beberapa titik masuk kawasan resapan air yang tidak boleh dibangun.

2. Kawasan Sekitar Bandara Tjilik Riwut

Area sekitar bandara, termasuk Kelurahan Panarung dan sekitarnya, terus berkembang. Properti seperti hotel kapsul, rumah kost eksklusif, dan gudang logistik punya permintaan tinggi dari awak maskapai, penumpang transit, dan pekerja logistik.

Potensi sewanya cukup menjanjikan untuk properti dengan konsep short-term stay atau boarding house. Pastikan lahan tidak berada tepat di bawah flight path yang membatasi ketinggian bangunan.

3. Jalan Diponegoro (Samping Kantor Gubernur) Palangka Raya

Ini adalah salah satu titik paling prestisius di pusat kota. Deretan ruko dan perkantoran di sepanjang jalan ini memiliki nilai jual yang solid. Permintaan untuk ruang perkantoran dan ritel di sini cenderung stabil karena dekat dengan pusat pemerintahan.

Properti di sini lebih cocok untuk investor dengan modal besar yang mencari capital gain jangka panjang atau pendapatan sewa stabil. Omset bisnis di koridor ini biasanya tinggi karena lalu lintas pejalan kaki dan kendaraan yang padat.

4. Sampit (Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang)

Sampit adalah pusat ekonomi kedua di Kalteng setelah Palangka Raya. Pelabuhan Sampit menjadi gerbang ekspor komoditas sawit, karet, dan kayu. Kecamatan Baamang yang menjadi pusat bisnis dan Mentawa Baru Ketapang yang merupakan kawasan pemukiman padat menawarkan prospek properti yang berbeda.

Di Baamang, properti komersial seperti ruko dan los pasar punya perputaran tinggi. Di Mentawa Baru Ketapang, lahan untuk perumahan kelas menengah masih cukup luas dan harganya lebih terjangkau dibanding pusat kota Palangka Raya.

5. Pangkalan Bun (Kecamatan Arut Selatan)

Pangkalan Bun adalah pintu masuk utama menuju Taman Nasional Tanjung Puting, destinasi wisata orangutan kelas dunia. Pertumbuhan properti di sini didorong sektor pariwisata dan perkebunan sawit.

Kawasan di sekitar Jalan Ahmad Yani dan Jalan Iskandar menjadi primadona untuk hotel butik, homestay, dan restoran. Properti dengan konsep ekowisata atau penginapan tematik memiliki nilai tambah. Namun, perhatikan regulasi bangunan di sekitar kawasan konservasi.

6. Kuala Kapuas (Kecamatan Selat dan Bataguh)

Kuala Kapuas adalah kota penyangga utama Palangka Raya dan berbatasan langsung dengan Kalimantan Selatan. Posisinya strategis sebagai titik transit barang dan orang. Jembatan Kapuas yang baru memperlancar akses ke daerah-daerah di sekitarnya.

Lahan di Kecamatan Selat, khususnya di sepanjang Jalan Tambun Bungai dan Jalan Pemuda, cocok untuk pergudangan dan industri kecil. Di Bataguh, lahan untuk agrowisata dan perumahan masih tersedia luas dengan harga relatif rendah.

7. Muara Teweh (Kecamatan Teweh Selatan dan Teweh Tengah)

Muara Teweh adalah pusat pertumbuhan di bagian utara Kalteng, dekat dengan perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Daerah ini menjadi titik logistik penting bagi aktivitas pertambangan batu bara dan perkebunan sawit.

Permintaan properti di sini didominasi perumahan karyawan, mess, dan gudang alat berat. Lahan di sekitar Jalan A. Yani dan poros menuju Puruk Cahu memiliki prospek bagus. Investor perlu mewaspadai potensi banjir di beberapa titik saat musim hujan.

8. Buntok (Kecamatan Dusun Selatan)

Buntok adalah ibu kota Kabupaten Barito Selatan. Kota ini relatif tenang namun memiliki potensi sebagai lumbung pangan dan pusat perdagangan hasil pertanian. Pembangunan irigasi dan bendungan di daerah ini mendorong produktivitas lahan pertanian.

Properti yang terkait dengan sektor agribisnis, seperti gudang pupuk, tempat penggilingan padi, dan rumah dinas, memiliki pasar yang stabil. Lahan di pinggiran kota yang masih berupa kebun karet atau sawit bisa dialihfungsikan menjadi perumahan dengan izin yang tepat.

9. Puruk Cahu (Kecamatan Murung)

Puruk Cahu adalah ibu kota Kabupaten Murung Raya, daerah yang kaya sumber daya alam dan berada di jalur lintas Kalteng-Kaltim. Aktivitas pertambangan dan perkebunan sangat dominan di sini.

Investasi properti di sini sangat bergantung pada siklus komoditas. Saat harga batu bara dan sawit tinggi, permintaan properti melonjak. Properti yang paling likuid adalah rumah kontrakan sederhana dan los pasar. Lahan di sepanjang Jalan Lintas Kalimantan sangat strategis.

10. Kasongan (Kecamatan Katingan Hilir)

Kasongan terkenal dengan kerajinan rotan dan ukiran kayunya. Kota ini juga menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Sebangau. Properti di sini cocok untuk investor yang tertarik pada sektor ekonomi kreatif dan wisata budaya.

Ruko atau galeri di pusat kota bisa menjadi pilihan. Lahan di tepi Sungai Katingan juga punya daya tarik untuk dibangun penginapan atau restoran apung. Perlu diingat, aksesibilitas menuju Kasongan masih perlu perbaikan di beberapa ruas jalan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Apa saja risiko utama investasi properti di Kalimantan Tengah?
Risiko utama meliputi sengketa lahan (tumpang tindih sertifikat), banjir tahunan di beberapa daerah, serta fluktuasi harga komoditas yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Risiko likuiditas juga perlu diperhatikan karena pasar properti di daerah tidak secepat di Pulau Jawa.

2. Bagaimana cara mengecek keabsahan sertifikat tanah di Kalteng?
Langkah paling aman adalah mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat untuk melakukan pengecekan sertifikat secara langsung. Bisa juga menggunakan layanan pengecekan online melalui portal BPN, namun validasi lapangan tetap disarankan.

3. Apakah lebih baik membeli tanah atau rumah jadi?
Tergantung tujuan. Tanah mentah memberikan fleksibilitas desain dan potensi capital gain lebih tinggi, namun butuh waktu dan biaya tambahan untuk pengurusan izin dan pembangunan. Rumah jadi atau ruko siap pakai memberikan pendapatan sewa lebih cepat, namun harga belinya biasanya sudah premium.

4. Daerah mana yang paling cepat pertumbuhan propertinya?
Secara umum, Palangka Raya dan Sampit menunjukkan pertumbuhan paling konsisten. Namun, daerah penyangga IKN seperti Kuala Kapuas mulai menunjukkan lonjakan minat, meski risikonya juga lebih tinggi karena masih bergantung pada realisasi proyek.

5. Apa peran notaris/PPAT dalam transaksi properti di Kalteng?
Notaris/PPAT sangat krusial. Mereka yang akan memastikan keabsahan dokumen, melakukan pengecekan riwayat tanah, dan membuat akta jual beli (AJB). Pilih notaris yang berdomisili di wilayah tanah berada dan memiliki rekam jejak baik.

Setiap titik memiliki karakter risiko dan imbal hasil yang berbeda. Tidak ada satu lokasi pun yang sempurna untuk semua profil investor. Langkah paling bijak adalah melakukan survei langsung ke lapangan, berbincang dengan warga lokal, dan berkonsultasi dengan agen properti tepercaya di kota tujuan. Data BPN dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) adalah peta dasar yang wajib dipelajari sebelum menentukan keputusan.

Reporter: Lukman Hakim
Back to top