IHSG Dibuka Menguat 25,86 Poin ke 6.067, Saham Domestik Mendominasi di Tengah Tekanan Bursa Asia

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 10:21:31 WIB
IHSG dibuka menguat 25,86 poin ke level 6.067 pada sesi pertama perdagangan hari ini.

KALIMANTAN TENGAH — Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.071,41 pada pukul 09.05 WIB. Level terendah indeks tercatat di 6.052,86. Kapitalisasi pasar BEI mencapai Rp 10.595 triliun pada pembukaan sesi pertama.

Volume Transaksi dan Dominasi Sektor Hijau

Aktivitas perdagangan awal sesi tergolong ramai. Nilai transaksi mencapai Rp 728,8 miliar dengan volume 1,976 miliar saham yang berpindah tangan dalam 187.600 kali transaksi.

Dominasi saham penguat terlihat jelas. Sebanyak 281 saham menguat, sementara 185 saham melemah, dan 499 saham lainnya stagnan. Kondisi ini mengindikasikan sentimen beli investor ritel dan institusi lokal masih kuat sejak bel pembukaan.

Indeks Utama Kompak Menguat, LQ45 Naik 0,62%

Hampir seluruh indeks acuan BEI bergerak positif. Indeks LQ45 naik 0,62 persen ke 603,63, disusul Kompas100 yang bertambah 0,60 persen ke posisi 794,90. Indeks syariah pun tak ketinggalan, dengan Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,57 persen ke 364,15 dan ISSI naik 0,30 persen ke 210,60.

Pergerakan seragam ini menunjukkan penguatan IHSG tidak hanya ditopang saham berkapitalisasi besar, tetapi juga merata ke saham lapis kedua dan ketiga.

Bursa Asia Variatif, Hang Seng Jadi Penopang Regional

Di kawasan Asia, pergerakan bursa masih bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong melesat 1,64 persen ke 25.084,69, memberikan angin segar bagi pasar regional. Sebaliknya, Nikkei 225 Jepang ambles 2,79 persen ke 66.833,10, sementara Shanghai Composite China melemah 0,90 persen ke 3.920,00.

Kondisi ini menunjukkan investor Asia masih mencermati arah kebijakan suku bunga global dan data ekonomi AS yang akan dirilis pekan ini. Meski demikian, IHSG mampu bertahan di zona hijau berkat aliran dana domestik yang defensif.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: money.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top