PALANGKA RAYA — Cuaca panas yang berkepanjangan membuat kondisi lahan gambut di Kalimantan Tengah semakin kering dan mudah terbakar. Kepala BPBD Kalteng Ahmad Toyib mengungkapkan, empat unit helikopter dikerahkan dalam operasi penanganan karhutla, terdiri dari dua helikopter water bombing bantuan BNPB dan dua helikopter patroli udara untuk mendeteksi titik api sejak dini.
Helikopter pengebom air memfokuskan operasi di kawasan yang menjadi langganan karhutla. “Kemarin kami jatuhkan air untuk di Tumbang Nusa (Kabupaten Pulang Pisau) dan di Sampit (Kotawaringin Timur),” kata Toyib saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).
Sejak mulai beroperasi pada 7 Juli hingga 12 Juli 2026, helikopter water bombing telah menjatuhkan sekitar 2,36 juta liter air ke sejumlah lokasi kebakaran. Selain dua daerah itu, sasaran pemadaman juga mencakup Kelurahan Bukit Tunggal di Kota Palangka Raya, serta Desa Eka Bahurui dan Desa Soren di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Toyib menegaskan, kolaborasi antara tim darat dan udara menjadi strategi utama untuk mempercepat pengendalian kebakaran agar tidak meluas. “Kolaborasi pemadaman darat dan udara merupakan upaya pemerintah dalam mengendalikan karhutla secara optimal,” ujarnya.
Strategi tersebut terbukti efektif di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau. Kobaran api yang sempat membesar berhasil diblokade melalui kombinasi pemadaman darat dan water bombing. “Sehingga tidak merambat ke kawasan yang lebih luas,” tandas Toyib.
Dua helikopter patroli udara bertugas memantau perkembangan titik api dari atas. Data dari patroli ini menjadi acuan bagi tim water bombing dan regu darat untuk bergerak cepat ke lokasi terdampak. Operasi udara akan terus diperkuat selama musim kemarau masih berlangsung.