NANGA BULIK — Rizky Aditya Putra telah menempuh studi S3 selama empat tahun atau delapan semester. Sidang terbuka ini menjadi tahap akhir sebelum ia resmi menyandang gelar doktor dari Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya.
Dalam sidang promosi doktor nanti, Rizky memaparkan disertasi berjudul model green supply chain ketersediaan cangkang kelapa sawit di era circular economy untuk mendukung ketahanan energi nasional. Penelitian ini mengkaji pengelolaan limbah cangkang sawit melalui pendekatan rantai pasok hijau dan ekonomi sirkular.
Tujuannya, limbah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi alternatif. Topik ini dinilai sangat relevan karena Kabupaten Lamandau merupakan salah satu sentra utama penghasil kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Tengah.
Ujian terbuka ini akan dinilai oleh tim promotor dan penguji kompeten. Bertindak sebagai promotor adalah Prof Dr Drs Abdul Hakim MSi, dibantu Dr Ir Anthon Efani sebagai ko-promotor I, serta Prof Dr Moh Khusaini sebagai ko-promotor II sekaligus pimpinan sidang.
Majelis penguji juga diisi Dr Rosihan Asmara, Bunga Hidayati PhD, Radityo Putro Handrito, dan Sudaryono sebagai penguji luar. Sidang digelar secara tatap muka di Gedung Widyaloka UB, mulai pukul 09.30 WIB.
”Mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat, agar tahapan ujian ini dapat berjalan lancar,” tutur Rizky Aditya Putra. Ia berkomitmen terus meningkatkan kapasitas intelektual dan akademik di tengah padatnya tugas menjalankan roda pemerintahan sebagai kepala daerah.
Melalui ujian ini, Rizky tinggal menuntaskan satu tahapan akhir lagi sebelum resmi menyandang gelar doktor di bidang Ilmu Ketahanan Nasional dari Universitas Brawijaya. Sidang dijadwalkan berlangsung pada Selasa pekan depan.