TAMIANG LAYANG — Bupati Barito Timur M Yamin memaparkan kesiapan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) dalam pertemuan dengan Kepala BNN RI di Jakarta, Selasa. Pertemuan itu menjadi bagian dari tahapan pembentukan BNN di lima kabupaten di Kalimantan Tengah.
Barito Timur menjadi salah satu prioritas karena posisinya yang strategis sebagai pintu gerbang Kalteng yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Selatan. Kondisi itu, menurut Yamin, meningkatkan potensi kerawanan terhadap peredaran gelap narkotika.
Dalam paparannya, Yamin menyebutkan sejumlah persiapan yang sudah dilakukan Pemkab Barito Timur. Mulai dari rehabilitasi gedung operasional sementara, hibah lahan untuk kantor permanen, hingga dukungan pembiayaan operasional.
"Kami telah menyiapkan sarana dan prasarana, dukungan sumber daya manusia, hibah lahan, dukungan anggaran operasional, hingga roadmap operasional," ujar Yamin di sela-sela pertemuan.
Semua itu, kata dia, sebagai bentuk keseriusan Pemkab Bartim menghadirkan institusi yang fokus pada pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika atau P4GN.
Pertemuan yang dipimpin Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo itu merupakan forum evaluasi bagi masing-masing kepala daerah untuk menyampaikan kesiapan daerahnya. Selain Barito Timur, empat kabupaten lain yang menjadi target pembentukan BNN adalah Barito Selatan, Gunung Mas, Katingan, dan Seruyan.
Setiap kepala daerah diminta menyampaikan paparan sebagai bahan pertimbangan dalam proses pembentukan instansi vertikal BNN di wilayahnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Timur berharap proses pembentukan BNNK dapat berjalan sesuai tahapan. Keberadaan lembaga itu nantinya diharapkan mampu memperkuat upaya perlindungan masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
"Ini untuk mendukung terwujudnya Barito Timur yang bersih dari narkoba," tandas Yamin.