Pemprov Kalteng Gelar FGD Program Bantuan Kuliah Huma Betang Sejahtera, Targetkan Tak Ada Mahasiswa Putus Sekolah karena Biaya

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 18:29:31 WIB
Pemprov Kalteng menggelar FGD penyempurnaan Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera.

PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyempurnakan Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera (HBS). Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kalteng, Senin (29/6/2026), ini menjadi forum strategis untuk memastikan bantuan benar-benar menjangkau mahasiswa yang membutuhkan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kalteng, Anang Dirjo, menegaskan bahwa pendidikan tinggi adalah investasi terbaik untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

Semangat Gotong Royong di Balik Program HBS

Program Huma Betang Sejahtera, menurut Anang, tidak sekadar memberikan dukungan finansial. Ia berlandaskan falsafah Huma Betang yang mengedepankan kebersamaan, persatuan, gotong royong, dan kesetaraan.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi putra-putri daerah, khususnya mereka yang memiliki semangat belajar namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui Program Bantuan Biaya Kuliah Huma Betang Sejahtera, pemerintah ingin memastikan tidak ada anak Kalimantan Tengah yang kehilangan kesempatan menempuh pendidikan tinggi hanya karena persoalan biaya," tutur Anang dalam sambutannya.

Ia menambahkan, bantuan ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang kelak menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan di Bumi Tambun Bungai.

FGD Jadi Wadah Perbaikan agar Tepat Sasaran

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalteng, Rusansyah, menyebut FGD ini bagian dari upaya berkesinambungan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Forum ini menghimpun masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan implementasi program di lapangan.

Rusansyah mengapresiasi kehadiran para rektor, direktur, dan ketua perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Kalimantan Tengah, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, serta narasumber ahli dan perwakilan instansi terkait.

Menurutnya, Pemprov Kalteng akan mengawal program bantuan biaya kuliah sepanjang 2026 melalui penguatan koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Langkah ini diambil agar seluruh program jaminan pendidikan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Target: Tekan Angka Putus Kuliah Akibat Ekonomi

Melalui penyempurnaan Program HBS, Pemprov Kalteng menargetkan peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi. Program ini diharapkan mampu menekan angka putus kuliah yang disebabkan kendala ekonomi, sekaligus melahirkan SDM Kalteng yang unggul dan produktif.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami mengajak seluruh pihak untuk terus bekerja sama, menyelesaikan berbagai tantangan yang ada, serta berkomitmen memberikan kontribusi terbaik demi keberhasilan program yang telah direncanakan," pungkas Rusansyah.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: beritasampit.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top