Pencarian

Harga Minyak Mentah Tembus US$ 109 per Barel, Penerimaan Negara Terancam

Sabtu, 12 September 2026 • 13:37:31 WIB
Harga Minyak Mentah Tembus US$ 109 per Barel, Penerimaan Negara Terancam
Harga minyak mentah Brent sempat menyentuh US$ 109,97 per barel pada Kamis (10/9).

KALIMANTAN TENGAH — Kenaikan harga minyak mentah dunia berlangsung cepat. Brent sempat menyentuh level US$ 109,97 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menembus US$ 104,46 per barel pada Kamis (10/9) pukul 6.55 WIB. Keduanya berada jauh di atas asumsi makro yang dipakai pemerintah dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Meski begitu, tekanan sempat mereda menjelang penutupan. Per pukul 21.41 WIB, Brent turun 2,40% ke US$ 105,05 per barel dan WTI melemah 2,76% menjadi US$ 99,65 per barel. Koreksi itu belum cukup untuk menarik harga kembali ke rentang yang aman bagi postur fiskal.

Dua Sisi yang Terdampak Sekaligus

Pemerintah menghadapi dilema ganda. Di sisi penerimaan, kenaikan harga minyak seharusnya mengerek pendapatan dari sektor migas — terutama bagian negara dari kontraktor kontrak kerja sama dan royalti. Namun di sisi belanja, subsidi bahan bakar minyak dan listrik ikut membengkak karena selisih harga keekonomian melebar.

Selama ini asumsi harga minyak dalam APBN dipatok pada level tertentu. Setiap kenaikan di atas patokan itu langsung menambah beban subsidi energi yang harus ditanggung anggaran negara. Jika harga bertahan di atas US$ 100 per barel dalam waktu lama, ruang fiskal untuk program lain bisa tertekan.

Rupiah dan Inflasi Jadi Variabel Lanjutan

Harga minyak yang tinggi biasanya diikuti penguatan dolar Amerika Serikat. Kombinasi keduanya membuat biaya impor energi semakin mahal dalam rupiah. Efek berantainya terasa pada inflasi harga barang dan jasa yang menggunakan bahan bakar sebagai komponen biaya.

Bank Indonesia pun menghadapi posisi sulit. Tekanan inflasi dari sisi penawaran akibat kenaikan harga energi dapat memaksa bank sentral menahan suku bunga acuan lebih lama, meski pertumbuhan ekonomi membutuhkan stimulus.

Belum Ada Sinyal Pemerintah Me

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: insight.kontan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks