Pencarian

Samarkand Bidik Jemaah Umroh Indonesia, Penerbangan Langsung Uzbekistan Segera Dibahas

Rabu, 09 September 2026 • 18:23:01 WIB
Samarkand Bidik Jemaah Umroh Indonesia, Penerbangan Langsung Uzbekistan Segera Dibahas
Gubernur Samarkand Adiz Boboev dan Menteri Haji dan Umroh Moch. Irfan Yusuf membahas potensi kerja sama paket umroh plus kunjungan ke situs bersejarah Islam di Uzbekistan.

KALIMANTAN TENGAH — Samarkand, kota bersejarah di jalur Sutra, tengah serius menarik lebih banyak wisatawan Muslim Indonesia. Pemerintah kota itu menggandeng Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) RI untuk mengembangkan paket perjalanan religi yang menggabungkan ibadah umroh dengan kunjungan ke situs-situs peninggalan ulama besar Asia Tengah.

Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, menyebut wilayahnya menyimpan sejumlah situs penting bagi umat Islam, termasuk tempat kelahiran dan jejak Imam Bukhari, Imam Al-Maturidi, Bahauddin Naqsyaband, serta At-Tirmidzi. "Kami berharap semakin banyak wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan," ujarnya dalam pertemuan yang juga dihadiri Dubes RI untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin tersebut.

Rute Penerbangan Langsung Jadi Kunci Utama

Pembukaan rute penerbangan langsung menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan. Saat ini, jemaah umroh asal Indonesia yang ingin melanjutkan perjalanan ke Samarkand umumnya harus transit di negara ketiga, seperti Turki atau Dubai. Hal ini memakan waktu dan biaya tambahan yang tidak sedikit.

Menhaj Moch. Irfan Yusuf menilai Samarkand memiliki potensi besar sebagai destinasi tambahan dalam perjalanan umroh, mengingat sebagian jemaah Indonesia kerap memperpanjang perjalanan ke negara-negara Timur Tengah. "Konektivitas penerbangan langsung akan menjadi kunci untuk meningkatkan kunjungan wisatawan kedua negara," tegasnya.

Momentum 70 Tahun Kunjungan Soekarno

Pertemuan pada 5 September 2026 ini memiliki makna historis yang dalam. Tanggal tersebut tepat bertepatan dengan 70 tahun kunjungan Presiden Soekarno ke Uzbekistan pada 1956. Menhaj berharap momentum ini menjadi pijakan untuk membangun kerja sama baru yang lebih konkret, tidak hanya di bidang konektivitas dan wisata religi, tetapi juga pertukaran kunjungan wisatawan.

Hubungan kedua bangsa sejatinya telah terjalin jauh sebelum Indonesia dan Uzbekistan menjadi negara merdeka. Interaksi itu antara lain terjadi melalui kiprah para ulama asal Asia Tengah dalam perkembangan Islam di Nusantara. Sejarah panjang inilah yang menjadi fondasi kuat bagi penguatan kerja sama di era modern.

Pemerintah Atur Regulasi, Swasta yang Jalankan

Menhaj menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah umroh di Indonesia dilakukan oleh pihak swasta melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU). Pemerintah, melalui Kemenhaj, berperan dalam pengaturan dan tata kelola penyelenggaraan umroh. Artinya, jika nantinya ada paket umroh plus Samarkand, skemanya akan tetap berjalan melalui PPIU yang telah memiliki izin resmi.

Undangan Wisatawan Uzbekistan ke Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Menhaj juga mengundang warga Uzbekistan untuk berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan, tidak hanya Bali. Kekayaan alam, budaya, dan kuliner Nusantara disebut sebagai daya tarik utama yang bisa dinikmati wisatawan asal Asia Tengah.

Bagi calon jemaah umroh atau wisatawan yang tertarik menjajal rute Samarkand, informasi resmi terkait skema perjalanan dan regulasi terbaru dapat dikonfirmasi melalui Kementerian Haji dan Umroh atau PPIU terdaftar. Mengingat ini masih dalam tahap pembahasan, waktu pasti pembukaan rute penerbangan langsung belum diumumkan secara resmi.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: chanelmuslim.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks