PALANGKA RAYA — Kualitas udara di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini memburuk drastis dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan pemantauan IQAir, konsentrasi partikel halus PM2.5 sempat mencapai 867,4 µg/m³ pada Minggu (31/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Angka itu bahkan sempat menembus level 1.068,9 µg/m³ pada titik pengukuran tertentu.
Kondisi tersebut membuat udara di Palangka Raya berada dalam kategori berbahaya bagi kesehatan manusia. Meski sempat turun menjadi 448,4 µg/m³ pada pukul 22.00 WIB, tingkat konsentrasi tersebut masih tergolong sangat tinggi dan membahayakan.
Puncak Konsentrasi Terjadi pada Senin Pagi
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ihsan Sidiq, membenarkan tingginya konsentrasi PM2.5 tersebut. Menurutnya, pengukuran di stasiun telah menunjukkan nilai berbahaya sejak Minggu malam hingga Senin pagi.
"Iya betul, sejak Minggu malam pengukuran PM2.5 di Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut menunjukkan nilai dalam kategori yang berbahaya," kata Ihsan kepada wartawan, Senin (31/8/2026).
Pengaruh Angin terhadap Penyebaran Asap
Ihsan menjelaskan bahwa arah dan kecepatan angin menjadi faktor kunci dalam pergerakan kabut asap. Pada Sabtu, angin di wilayah Palangka Raya diprediksi bertiup dari arah timur menuju barat daya dengan kecepatan sekitar 5-15 kilometer per jam.
"Angin di wilayah Palangka Raya diprediksi bertiup dari Timur ke Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5 hingga 15 km/jam," ujarnya.
Pergerakan angin tersebut berpotensi membawa asap dari kawasan karhutla menuju wilayah lain. Alhasil, kualitas udara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sumber asap dan kondisi cuaca.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Pihak meteorologi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan menjadi prioritas untuk membatasi paparan asap.
"Ketika berada di luar ruangan untuk menggunakan penutup wajah atau masker medis. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat, tingkatkan asupan makanan yang bergizi, perbanyak konsumsi air putih dan istirahat yang cukup," pungkas Ihsan.