Pencarian

Mentan Gandeng Unesa Kembangkan Benih Kedelai 5-6 Ton per Hektare, Target Tekan Impor Nasional

Selasa, 28 Juli 2026 • 11:13:31 WIB
Mentan Gandeng Unesa Kembangkan Benih Kedelai 5-6 Ton per Hektare, Target Tekan Impor Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima audiensi perwakilan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (14/4).

JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menantang Unesa menghasilkan varietas kedelai yang mampu berproduksi 5 hingga 6 ton per hektare. Target itu disampaikan dalam audiensi terbatas di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (14/4).

Mengapa Produktivitas 5-6 Ton per Hektare Jadi Target Ambisius?

Saat ini, rata-rata produktivitas kedelai nasional masih berkisar 1,5–2 ton per hektare. Lonjakan ke angka 5-6 ton per hektare diyakini mampu menekan volume impor kedelai yang mencapai jutaan ton per tahun.

"Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri. Kampus harus menjadi pusat inovasi, TNI dan Polri membantu pendampingan di lapangan, sementara petani menjadi pelaku utama. Kalau semua bergerak bersama, saya optimistis swasembada kedelai bisa kita wujudkan," kata Mentan.

Unesa Siap Kawal Implementasi hingga ke Lahan Petani

Wakil Rektor IV Unesa Dwi Cahyo Kartiko menyatakan pihaknya siap mengembangkan benih unggul tersebut. Jika hasil riset terbukti berhasil, Unesa berkomitmen mengawal implementasinya agar bisa dimanfaatkan petani di berbagai daerah.

"Kami menyampaikan kepada Pak Menteri apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya," ujar Dwi.

Unesa sebelumnya telah aktif mendukung program ketahanan pangan, termasuk mengawal pengembangan jagung bersama Polda Jawa Timur selama tiga bulan dengan hasil positif. Meski Fakultas Ketahanan Pangan Unesa baru berdiri pada 2025, kampus tersebut dinilai mampu memberikan pendampingan berkualitas.

Lahan 600 Hektare di Tuban Disiapkan untuk Uji Coba

Kemitraan dengan Yonif TP 932 Sunan Bonang Tuban telah menyiapkan sekitar 600 hektare lahan bagi pengembangan kedelai. Target produktivitas 5-6 ton per hektare pada lahan seluas 56 hektare diharapkan menjadi model pengembangan yang bisa direplikasi di wilayah lain.

Mentan menegaskan, pemerintah siap mendukung penuh pengembangan benih unggul yang dihasilkan perguruan tinggi. Apabila hasil penelitian mampu menghasilkan varietas dengan produktivitas tinggi dan terbukti di lapangan, Kementerian Pertanian siap memfasilitasi pengembangannya secara lebih luas.

"Kalau benihnya bagus dan hasilnya terbukti, kita akan dorong untuk dikembangkan secara nasional. Yang kita cari sekarang adalah inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas petani," ujar Mentan.

Tantangan Terbesar: Benih Unggul yang Adaptif di Berbagai Lahan

Menurut Dwi, tantangan terbesar dalam program ini adalah menghadirkan benih unggul yang mampu memenuhi target produktivitas tinggi di berbagai kondisi lahan. Karena itu, Unesa terus memperkuat koordinasi dengan Kementan agar penyediaan benih dan pelaksanaan kemitraan di Tuban berjalan optimal.

Selain fokus mengembangkan benih unggul, Unesa juga memperkuat riset di bidang ketahanan pangan guna menghasilkan inovasi yang mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: kalteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks