Pencarian

IHSG Terkoreksi 25 Poin ke 6.941, Saham Sektor Kesehatan Justru Melonjak Hingga 34%

Senin, 11 Mei 2026 • 10:59:01 WIB
IHSG Terkoreksi 25 Poin ke 6.941, Saham Sektor Kesehatan Justru Melonjak Hingga 34%
IHSG melemah 25 poin ke level 6.941 pada pembukaan perdagangan Senin (11/5/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 25 poin (0,40%) ke level 6.941 pada perdagangan Senin (11/5/2026). Pelemahan ini terjadi di tengah aksi jual yang melanda mayoritas sektor, namun saham-saham sektor kesehatan dan infrastruktur justru mencatatkan penguatan signifikan.

JAKARTA — Pasar modal Indonesia memulai pekan dengan tekanan, meskipun tidak separah akhir pekan lalu. IHSG dibuka turun tipis 25 poin ke 6.941, sejalan dengan pelemahan bursa Asia lainnya. Namun, di balik koreksi indeks, terdapat pergerakan kontras pada beberapa saham sektor kesehatan yang justru mengalami lonjakan harga.

Lonjakan Saham Sektor Kesehatan Jadi Penyeimbang

Di tengah pelemahan IHSG, saham-saham sektor kesehatan justru menjadi primadona. Saham MPOW tercatat mengalami auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 34,55%, disusul MEDS yang melesat 34,48% menjadi Rp 117. Saham IRRA dan PEHA juga ikut terkerek masing-masing 25% dan 24,83%.

Fenomena ini menjadi angin segar di tengah tekanan jual yang melanda enam sektor utama, termasuk energi, material dasar, dan keuangan. Saham FIRE bahkan berhasil melompat 25% menjadi Rp 170, sementara MORA naik 15% ke Rp 8.650.

Apa yang Memicu Pelemahan IHSG Pekan Ini?

Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini merupakan kelanjutan dari aksi jual besar-besaran akhir pekan lalu. Pada Jumat (8/5/2026), IHSG ambles 204,92 poin (2,86%) ke 6.969, diiringi aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp 389,31 miliar di seluruh pasar.

Saham-saham tambang menjadi pemberat utama. Emiten tambang AMMN merosot 9,27%, TINS ambles 14,88%, INDY turun 14,82%, dan INCO melemah 13,89%. Sektor material dasar menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 7,80%, disusul sektor energi yang turun 4,59%.

Bagaimana Dampak Aksi Jual Asing pada Saham Big Cap?

Data perdagangan akhir pekan lalu menunjukkan aksi jual asing terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Saham BMRI menjadi yang paling banyak dilego dengan nilai net sell mencapai Rp 436,38 miliar. Disusul saham BUMI sebesar Rp 82,88 miliar dan TINS senilai Rp 76,45 miliar.

Tekanan jual ini turut mempengaruhi sektor keuangan yang terkoreksi 1,48%, serta sektor consumer primer yang turun 3,39%. Sektor transportasi juga tak luput dari tekanan dengan pelemahan 5,72%.

Peluang di Balik Koreksi: Saham Infrastruktur Ikut Menguat

Meski mayoritas sektor tertekan, sektor infrastruktur dan kesehatan justru mencatatkan penguatan. Hal ini menunjukkan bahwa rotasi sektoral sedang terjadi di pasar modal. Investor mulai beralih ke saham-saham defensif dan sektor yang memiliki prospek cerah ke depannya.

Selain saham kesehatan, saham NIRO juga mencatatkan kenaikan 19% menjadi Rp 238, sementara KAEF menguat 24,51%. Pola ini mengindikasikan bahwa meskipun IHSG sedang terkoreksi, masih ada peluang cuan di sektor-sektor tertentu yang sedang menjadi favorit pasar.

Bagikan
Sumber: investortrust.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks