PALANGKA RAYA — Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan menggelar upacara bendera di halaman Gedung Hasupa, Senin (4/5). Kegiatan rutin tahunan ini melibatkan ribuan mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan sebagai momentum refleksi kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah.
Dalam amanatnya, Rektor UIN Palangka Raya menggarisbawahi visi besar kampus untuk tidak lagi sekadar menjadi penikmat teori. Ia mendorong seluruh sivitas akademika untuk memperkuat fondasi kelembagaan agar institusi tetap relevan di tengah disrupsi global yang bergerak cepat.
Peran Strategis Kampus sebagai Produsen Ilmu Pengetahuan
Rektor menegaskan bahwa perguruan tinggi memikul tanggung jawab besar dalam menciptakan inovasi baru bagi masyarakat. Kampus tidak boleh terjebak dalam rutinitas akademik yang stagnan tanpa memberikan dampak nyata bagi kemajuan peradaban dan pendidikan nasional.
“Kita harus menjadi produsen ilmu pengetahuan, bukan sekadar konsumen,” tegas Rektor UIN Palangka Raya di hadapan ribuan peserta upacara.
Menurutnya, kemampuan adaptasi adalah kunci utama. Perguruan tinggi dituntut melakukan transformasi nyata agar lulusannya mampu menjawab tantangan industri dan kebutuhan sosial yang kian kompleks. Hal ini hanya bisa dicapai jika seluruh elemen kampus bersatu padu menjaga kekompakan dalam menuntut ilmu.
Membangun Budaya Pelayanan dan Prinsip Kampus Pemurah
Selain aspek intelektual, manajemen internal kampus diminta mengedepankan budaya pelayanan yang berkualitas. Rektor mengingatkan agar orientasi lembaga tidak semata-mata mengejar keuntungan finansial, melainkan fokus pada pemberian ilmu yang bermutu dan unggul kepada mahasiswa.
“Kita ingin menjadikan kampus ini sebagai kampus yang tidak mengedepankan uang, tetapi memberikan pelayanan terbaik. Kampus yang baik adalah kampus yang pemurah,” ujarnya.
Pesan ini ditujukan khusus kepada para dosen dan tenaga kependidikan. Mereka diminta terus memberikan motivasi serta pendampingan intensif kepada mahasiswa. Tujuannya jelas: mencetak generasi lulusan UIN Palangka Raya yang memiliki integritas dan kebermanfaatan tinggi bagi bangsa dan negara.
Inspirasi Filantropi Islam dan Relevansi Sosial
Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut membagikan kisah inspiratif mengenai nilai kepedulian sosial dalam tradisi keilmuan Islam. Ia mencontohkan keberadaan dapur besar di Baghdad, Irak, yang didirikan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani sekitar 900 tahun silam.
Fasilitas tersebut hingga kini masih berdiri dan berfungsi memberi makan fakir miskin. Semangat kedermawanan dan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat ini dinilai memiliki benang merah dengan tujuan program peningkatan kualitas generasi bangsa yang sedang digalakkan pemerintah.
Menutup rangkaian upacara, Rektor mengajak mahasiswa merawat kampus sebagai rumah bersama. Sinergi antara penguasaan ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial diharapkan menjadi karakter utama mahasiswa UIN Palangka Raya dalam menghadapi masa depan.