KUALA KAPUAS — Pemerintah Kabupaten Kapuas memprioritaskan percepatan konektivitas wilayah sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Fokus utama terletak pada pembukaan akses jalan yang menghubungkan ratusan desa agar fungsional secara menyeluruh dalam dua tahun ke depan.
Bupati Kapuas, H. Muhammad Wiyatno, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan implementasi nyata dari visi "Kapuas Bersinar". Program pembangunan yang telah berjalan sejak 2025 kini memasuki fase krusial untuk memastikan mobilitas warga antar-kecamatan tidak lagi terhambat kendala geografis.
“Pembangunan infrastruktur yang dimulai sejak 2025 kami targetkan sudah terkoneksi dan fungsional secara menyeluruh pada 2028,” ujar Wiyatno saat berdiskusi dengan puluhan jurnalis di sebuah kafe kawasan Jalan Jawa, Kecamatan Selat.
Progres Jalur Strategis Basarang–Batanjung Sepanjang 54,6 Kilometer
Salah satu proyek vital yang menjadi sorotan adalah jalur Basarang–Batanjung. Jalan sepanjang 54,6 kilometer ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh distribusi logistik di wilayah pesisir dan pedalaman Kapuas. Saat ini, sebagian besar badan jalan sudah terbuka dan mulai menunjukkan progres signifikan.
Wiyatno, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, memahami betul bahwa infrastruktur merupakan kunci utama menarik investasi. Pihaknya melibatkan Dinas PUPR dan jajaran Sekda untuk mengawal ketat setiap tahapan proyek agar selesai tepat waktu sesuai milestone yang ditetapkan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi oleh Sekda Kapuas Usis I. Sangkai, Kadis PUPR Hargatin, Kadishub Teras, serta perwakilan Diskominfosantik Iwan Fahruji. Kehadiran para kepala dinas teknis ini menegaskan bahwa target 2028 bukan sekadar wacana, melainkan rencana kerja yang terukur.
Membangun Komunikasi Publik Melalui Forum Informal
Langkah Bupati membuka ruang komunikasi tanpa sekat melalui agenda "Ngopi Bareng" mendapat respons positif dari komunitas pers lokal. Forum non-formal ini dianggap lebih efektif untuk membedah isu-isu strategis daerah dibandingkan rapat formal di kantor pemerintahan.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kapuas, Sri Hayati, mengapresiasi keterbukaan informasi yang ditunjukkan pihak eksekutif. Menurutnya, transparansi mengenai progres pembangunan sangat dibutuhkan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan akuntabel.
“Kami berterima kasih atas keterbukaan Bapak Bupati. Forum seperti ini sangat positif karena mampu mencairkan sekat komunikasi, sehingga diskusi berlangsung lebih jujur dan produktif,” kata Sri Hayati.
Pertemuan yang berlangsung hingga malam hari tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga iklim informasi yang sehat. Pihak media berharap agenda serupa rutin dilaksanakan guna menyamakan persepsi dalam mengawal arah pembangunan di Kabupaten Kapuas.