PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi memulai rangkaian seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi untuk tahun 2026. Proses penjaringan ini diproyeksikan bukan sekadar mencari pengibar bendera, melainkan membentuk generasi penggerak yang memiliki mentalitas ideologi Pancasila yang kuat.
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng, Fajar Sriningsih, mengungkapkan bahwa puluhan peserta yang hadir merupakan hasil penyaringan ketat di tingkat daerah masing-masing. Seluruh perwakilan dari 14 kabupaten/kota dipastikan mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk memperebutkan posisi di tingkat provinsi maupun nasional.
Sebaran Peserta dan Lokasi Penggemblengan
Rangkaian seleksi dijadwalkan berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Senin hingga Jumat (8/5/2026). Panitia telah menetapkan dua lokasi utama untuk menguji ketahanan fisik dan mental para peserta, yakni Asrama Haji Transit Palangka Raya dan Lapangan Sanaman Mantikei.
“Seleksi kali ini diikuti oleh 74 peserta yang merupakan perwakilan dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah,” ujar Fajar Sriningsih dalam laporannya.
Selama masa seleksi, para peserta akan menjalani berbagai tahapan evaluasi. Pemprov Kalteng menargetkan hasil seleksi ini mampu melahirkan personel yang tidak hanya cakap secara baris-berbaris, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang mendalam untuk menyongsong visi Indonesia Emas.
Menanamkan Karakter Belom Bahadat dan Empat Pilar
Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Darliansjah, menekankan pentingnya pembentukan karakter yang berkelanjutan. Menurutnya, purna Paskibraka nantinya akan mengemban amanah sebagai Duta Pancasila yang menjadi teladan di lingkungan masyarakat.
Ia menggarisbawahi bahwa generasi unggul Kalimantan Tengah wajib memegang teguh empat pilar utama: attitude (adab), mindset (pola pikir), character (karakter), dan skill (keterampilan). Darliansjah secara khusus menyoroti kearifan lokal yang harus tetap dijaga oleh para pemuda.
“Generasi muda kita tetap menjunjung tinggi nilai kearifan lokal 'belom bahadat' atau hidup beradab dalam setiap tindakan,” tegas Darliansjah saat membacakan sambutan Gubernur.
Jaminan Transparansi dan Objektivitas Seleksi
Mengingat tingginya ekspektasi publik terhadap kualitas Paskibraka, Pemprov Kalteng memberikan instruksi khusus kepada tim seleksi. Darliansjah meminta agar seluruh proses penilaian dilakukan secara terbuka tanpa ada intervensi pihak mana pun.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa mereka yang terpilih benar-benar merepresentasikan kualitas terbaik dari Bumi Tambun Bungai. Integritas tim seleksi menjadi kunci utama dalam menjaga marwah program pembinaan kepemimpinan ini.
“Seluruh proses seleksi harus dilaksanakan secara transparan, objektif, dan berintegritas, sehingga benar-benar mencerminkan kualitas terbaik putra-putri Kalimantan Tengah,” kata Darliansjah menutup pernyataannya.
Melalui seleksi ketat ini, para peserta yang lolos diharapkan mampu menjalankan tugas mulia pada upacara kemerdekaan mendatang. Lebih dari itu, mereka dipersiapkan untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah demi mewujudkan Kalteng yang Berkah, Maju, dan Bermartabat.