Palangka Raya — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia DR. Fajar Riza Ul Haq hadir sebagai pembina dalam Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Bumi, dan Hari Otonomi Daerah Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Acara berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Sabtu pagi (2/5/2026), dihadiri langsung Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, pimpinan daerah, dan ribuan aparatur sipil negara serta pelajar sekolah menengah atas dan kejuruan.
Pesan Pendidikan untuk Generasi Unggul
Dalam arahannya, Fajar Riza Ul Haq menekankan bahwa ketiga momentum peringatan tersebut bukan kebetulan, melainkan memiliki keterkaitan satu sama lain dalam kehidupan bangsa. Menteri menyampaikan bahwa pendidikan tidak sekadar proses belajar mengajar, tetapi bagaimana mencerdaskan kehidupan bangsa secara merata dan berkeadilan.
Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang mengedepankan nilai keadilan sosial dan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Harapannya, momentum ini menjadi wadah untuk melahirkan generasi yang unggul, maju, dan mampu berdaya saing global sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
Bantuan Sekolah untuk 30 Ribu Pelajar
Dalam acara tersebut, diserahkan secara simbolis bantuan sekolah dalam Program Huma Betang kepada 30 ribu pelajar di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Bantuan meliputi seragam dan peralatan belajar yang dirancang untuk meningkatkan akses pendidikan bagi siswa di daerah.
Selain penyerahan bantuan, Fajar Riza Ul Haq bersama Gubernur Kalimantan Tengah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kalimantan Tengah menyapa langsung para pelajar yang mengikuti upacara, memberikan kesempatan interaksi langsung antara pemerintah pusat dan generasi muda Kalimantan Tengah.
Integrasi Tiga Hari Penting Nasional
Penggabungan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Hari Bumi, dan Hari Otonomi Daerah dalam satu upacara mencerminkan sinergi antara komitmen pembangunan sumber daya manusia, kelestarian lingkungan, dan otonomi daerah. Strategi ini menunjukkan pendekatan holistik pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di level provinsi.