PALANGKA RAYA — Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat 3 (UPP KLB 3) resmi ditutup, menandai rampungnya pelatihan bagi puluhan pemuda di Kalimantan Tengah. Sebanyak 50 peserta berhasil menyelesaikan program tersebut dan kini memiliki sertifikat kompetensi berstandar BNSP.
Sertifikat itu menjadi modal utama para lulusan untuk bersaing di dunia kerja, khususnya di sektor ketenagalistrikan. Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.
Manager UPP KLB 3, Eko Susilo Adi, mengatakan program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di daerah. "Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga memastikan kompetensi mereka diakui secara nasional melalui sertifikasi BNSP," ujarnya dalam keterangan resmi.
Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah. Mereka mengikuti serangkaian pelatihan teknis yang relevan dengan industri kelistrikan, mulai dari keselamatan kerja hingga pengoperasian peralatan.
Kehadiran 50 tenaga kerja bersertifikat ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan perusahaan listrik dan mitra kerja PLN di Kalimantan Tengah. Selama ini, perusahaan sering kesulitan mencari tenaga teknis yang sudah tersertifikasi di tingkat lokal.
Eko menambahkan, program serupa akan terus digalakkan. "Ini investasi jangka panjang. Kami ingin putra-putri daerah tidak hanya menjadi penonton di sektor kelistrikan, tetapi bisa menjadi bagian dari pembangunan," katanya.
Sertifikat BNSP menjadi bukti bahwa pemegangnya telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan pemerintah. Di industri ketenagalistrikan, dokumen ini sering menjadi syarat wajib untuk mengisi posisi teknis tertentu.
Dengan bekal ini, para lulusan program TJSL PLN tidak hanya bisa bekerja di proyek-proyek PLN, tetapi juga di perusahaan kontraktor listrik swasta yang beroperasi di Kalimantan Tengah. Program ini menjadi contoh konkret sinergi BUMN dan masyarakat dalam menekan angka pengangguran terdidik.