PANGKALAN BUN — Kecemasan melanda sebagian warga Pangkalan Bun setelah kabar tentang sosok pocong yang meresahkan beredar luas di media sosial. Informasi yang belum terverifikasi itu menyebutkan bahwa pocong tersebut kerap muncul di sekitar pemukiman warga pada malam hari, membuat sejumlah penghuni rumah enggan beraktivitas di luar.
Menanggapi keresahan itu, Kepolisian Resor Kotawaringin Barat langsung mengambil langkah taktis. Personel gabungan dari satuan Samapta dan Intelkam diterjunkan untuk melakukan patroli di titik-titik yang disebut-sebut menjadi lokasi kemunculan pocong.
"Kami tidak ingin situasi ini memicu kepanikan yang lebih luas. Patroli kami lakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga," ujar Kasi Humas Polres Kotawaringin Barat, Iptu Heri, Senin malam.
Informasi soal pocong ini awalnya menyebar melalui grup WhatsApp dan unggahan di platform media sosial lainnya. Beberapa warga mengaku mendengar suara mencurigakan dan melihat bayangan putih di sekitar rumah mereka.
Kapolres Kotawaringin Barat mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. "Kami minta warga tetap tenang dan tidak terprovokasi. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat," tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Satuan Polisi Pamong Praja juga turut memantau situasi. Pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjaga kondusivitas wilayah. "Kami berharap warga tidak melakukan tindakan anarkistis atau main hakim sendiri. Serahkan semuanya kepada aparat," ujar seorang perwakilan Satpol PP.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penangkapan atau pengamanan terhadap pihak yang diduga menyebarkan isu pocong. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk melacak sumber pertama penyebaran informasi tersebut.