SUKAMARA — Wakil Bupati Sukamara Nur Efendi menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hijrah. Pesan itu ia sampaikan langsung saat menghadiri acara Milad ke-5 ponpes yang berlokasi di wilayah tersebut.
“Santri harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Jangan sampai tertinggal,” kata Nur Efendi dalam sambutannya.
Nur Efendi mengingatkan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya soal penguasaan ilmu agama. Menurutnya, kemampuan digital dan keterampilan hidup (life skill) menjadi syarat mutlak agar santri bisa bersaing di pasar kerja dan dunia usaha.
“Ponpes Nurul Hijrah diharapkan tidak hanya mencetak hafiz dan ustaz, tetapi juga wirausahawan muda yang melek teknologi,” ujarnya.
Perayaan Milad ke-5 Ponpes Nurul Hijrah menjadi momen evaluasi bagi pengelola dan pemerintah daerah. Wakil Bupati meminta pihak ponpes terus meningkatkan kualitas kurikulum dan fasilitas penunjang pembelajaran.
Ia juga mengapresiasi konsistensi ponpes dalam menjalankan pendidikan berbasis pesantren selama lima tahun terakhir. Menurutnya, keberadaan lembaga ini sangat strategis untuk mencetak generasi muda yang religius sekaligus kompetitif.
Pemkab Sukamara, kata Nur Efendi, berkomitmen mendukung pengembangan Ponpes Nurul Hijrah. Dukungan itu bisa berupa bantuan sarana prasarana, pelatihan tenaga pengajar, hingga program beasiswa bagi santri berprestasi.
“Kami akan fasilitasi apa yang dibutuhkan. Yang penting ada sinergi antara pengelola ponpes dengan dinas terkait,” tegasnya.
Hingga saat ini, Ponpes Nurul Hijrah Sukamara terus berupaya mengintegrasikan pendidikan agama dengan keterampilan praktis. Langkah itu diambil agar lulusan ponpes tidak hanya siap mengajar di majelis taklim, tetapi juga mampu bersaing di era industri 4.0.