SAMPIT — Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memanfaatkan momentum Idul Adha untuk menggelar seminar bagi para santri. Kegiatan ini dirancang sebagai respons atas derasnya arus informasi digital yang dinilai rawan memengaruhi moral generasi muda.
"Kita tidak mungkin menolak perkembangan teknologi. Yang terpenting adalah bagaimana anak-anak kita mampu menggunakan media sosial secara bijak," ujar Halikinnor di Sampit, Sabtu.
Halikinnor menyoroti dua persoalan utama yang mengintai santri di era digital. Pertama, banjir informasi hoaks yang beredar cepat di media sosial. Kedua, ketergantungan terhadap gawai yang tidak terkontrol dan dapat menggerus karakter anak.
"Informasi di media digital begitu cepat dan tidak semuanya memberikan dampak positif. Banyak konten yang dapat memengaruhi perilaku generasi muda," tegasnya.
Dalam seminar yang diikuti perwakilan pondok pesantren se-Kotim itu, Bupati menilai lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki daya tahan luar biasa. Ia mencontohkan ketangguhan pesantren saat menghadapi pandemi COVID-19 sebagai bukti kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia tidak bisa dibebankan hanya pada pemerintah. Sinergi antara pemda, pendidik, orang tua, dan masyarakat mutlak diperlukan.
"Jangan sampai generasi muda kita cerdas dalam teknologi tetapi lemah dalam moral dan akhlak," kata Halikinnor.
Pemkab Kotim berkomitmen mendukung pengembangan pondok pesantren dan lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keagamaan. Seminar ini menjadi salah satu bentuk dukungan nyata agar santri mampu menyaring informasi dan memahami etika bermedia sosial.
Kehadiran Habib Muhammad Hanif dalam kegiatan tersebut dinilai memberi nilai tambah bagi para santri. Ulama kondang itu memberikan edukasi langsung tentang cara menghadapi perkembangan teknologi tanpa meninggalkan jati diri sebagai santri.
Halikinnor berharap Kotim semakin kuat dalam pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda ke depan.