6 Sekolah di Kotim Alihkan Belajar ke Rumah Akibat Banjir Belum Surut, Genangan Capai 89 Sentimeter

Penulis: Oki Setiawan  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 13:44:29 WIB
Enam sekolah di Kecamatan Mentaya Hulu, Kotim, alihkan belajar ke rumah akibat banjir genangan hingga 89 cm.

SAMPIT — Enam sekolah dasar di Kecamatan Mentaya Hulu, Kotawaringin Timur, menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka. Keputusan ini diambil setelah genangan banjir di wilayah tersebut mencapai ketinggian 34 hingga 89 sentimeter dari permukaan jalan, bahkan di beberapa titik sudah mendekati lantai rumah warga.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, mengatakan kebijakan ini berlaku setelah pihak sekolah melaporkan kondisi banjir yang belum memungkinkan siswa mengikuti kegiatan belajar di kelas.

“Untuk sementara ada enam sekolah di tiga wilayah Kecamatan Mentaya Hulu yang tidak bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka karena debit air masih tinggi,” ujar Yolanda, Selasa (19/5/2026).

Enam Sekolah Terdampak, Belajar Tetap Berjalan

Keenam sekolah yang terdampak adalah SDN 3 Tanjung Kariangau, SDN 2 Tanjung Kariangau, SDN 1 Bawan, SDN 3 Kuala Kuayan, SDN 1 Tanjung Jariangau, dan SDN 2 Kuala Kuayan. Yolanda menegaskan bahwa kebijakan ini bukan berarti meliburkan siswa, melainkan penyesuaian sistem pembelajaran akibat kondisi darurat.

“Mereka tetap belajar dari rumah karena kondisi sekolah tidak memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Dinas Pendidikan memberikan kewenangan kepada masing-masing sekolah untuk menyesuaikan sistem pembelajaran berdasarkan kondisi di lapangan. Sekolah tidak perlu menunggu surat edaran resmi untuk mengambil keputusan serupa.

“Surat edaran memang belum ada, tetapi sekolah bisa melihat situasi di wilayah masing-masing. Kalau memang tidak memungkinkan untuk tatap muka, maka bisa menerapkan belajar dari rumah,” jelas Yolanda.

Debit Air Masih Naik, Warga Diimbau Waspada

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, membenarkan banjir di Kecamatan Mentaya Hulu masih terjadi dan debit air terus mengalami kenaikan. Ia menyebutkan tinggi genangan saat ini berkisar antara 34 sentimeter hingga 89 sentimeter dari permukaan jalan. Bahkan di beberapa titik, air sudah mendekati lantai rumah warga.

“Kenaikan air sekitar empat sentimeter dibanding hari sebelumnya,” ungkap Multazam.

BPBD telah menyampaikan informasi kondisi banjir ke Dinas Pendidikan agar proses pembelajaran bisa disesuaikan dengan situasi di lapangan. Hingga kini banjir di wilayah Kecamatan Mentaya Hulu dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda surut dan masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: matakalteng.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top