Pencarian

Tambahan 9.000 Tabung LPG 3 Kg untuk 6 Kecamatan di Kotim Mulai Disalurkan Oktober 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 • 15:30:02 WIB
Tambahan 9.000 Tabung LPG 3 Kg untuk 6 Kecamatan di Kotim Mulai Disalurkan Oktober 2026
Sebanyak 9.000 tabung LPG 3 kg tambahan mulai disalurkan ke enam kecamatan di Kotim pada Oktober 2026.

SAMPIT — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan penambahan kuota LPG 3 kilogram bersubsidi akan segera direalisasikan. Sebanyak 9.000 tabung gas melon tambahan dijadwalkan mulai didistribusikan pada Oktober 2026, menyasar enam kecamatan yang selama ini belum mendapatkan program konversi minyak tanah ke LPG.

Pelaksana Tugas Kepala Diskopukmperindag Kotim, Muslih, menyampaikan bahwa mekanisme penyaluran masih dibahas bersama Bagian Perekonomian. "Jadi kita itu kemarin ada penambahan 9.000 untuk beberapa kecamatan di wilayah utara yang memang belum konversi dari minyak tanah ke gas. Untuk pelaksanaannya insyaallah di bulan Oktober," ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Enam Kecamatan Prioritas di Wilayah Utara

Tambahan pasokan ini diprioritaskan untuk wilayah yang selama ini kesulitan mengakses LPG bersubsidi. Keenam kecamatan tersebut meliputi Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, dan Antang Kalang.

Selama ini, wilayah-wilayah itu belum terjangkau program konversi minyak tanah ke LPG. Akibatnya, ketersediaan gas bersubsidi di kawasan utara Kotim belum merata jika dibandingkan dengan kecamatan lain yang lebih dulu menikmati program tersebut.

Menekan Harga yang Masih Bervariasi

Pemerintah daerah berharap penambahan 9.000 tabung ini mampu membuat harga LPG 3 kilogram lebih seragam di seluruh 17 kecamatan. Pasalnya, hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga gas melon masih bervariasi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.

"Harapan kita dengan tambahan sebaran 9.000 tabung gas elpiji tersebut, harga gas ini akan merata di 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Kotim," kata Muslih.

Variasi harga ini dinilai menjadi keluhan utama masyarakat. Di sejumlah kecamatan dan desa, harga jual LPG 3 kilogram masih ditemukan berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Muslih mengakui, pengawasan di lapangan masih menemukan praktik penjualan yang tidak sesuai ketentuan. "Sampai sekarang ini memang harga elpiji ini bervariasi di wilayah masing-masing kecamatan dan desa. Ada yang memang masih bisa kita pantau sesuai dengan harga yang dipersyaratkan, tapi memang ada juga yang tinggi," jelasnya.

Pengawasan Peredaran LPG Subsidi Terus Dilakukan

Pemkab Kotim memastikan pengawasan terhadap peredaran LPG bersubsidi akan terus berjalan. Fokus pemantauan tidak hanya pada harga jual, tetapi juga kesesuaian berat isi tabung dengan ketentuan yang berlaku.

"Kita akan selalu melakukan pemantauan berkaitan dengan harga yang memang untuk komoditi yang ada subsidi negara," tegas Muslih.

Langkah ini diambil agar bantuan subsidi energi dari negara benar-benar tepat sasaran dan dinikmati masyarakat yang berhak. Dengan adanya tambahan pasokan dan pengawasan yang ketat, pemerintah optimistis kesenjangan distribusi LPG 3 kilogram di Kotim dapat dikurangi secara signifikan.

Follow kabarpalangkaraya.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katakata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks